Transformasi IT, BSI Bidik 40 Juta Nasabah dan Aset Rp1.000 Triliun di 2030
Kredit Foto: BSI
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menuntaskan transformasi sistem teknologi informasi (Information Technology/IT) sebagai fondasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dan memperkuat layanan digital. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mewujudkan visi menjadi Top 5 Global Islamic bank.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa transformasi teknologi menjadi kebutuhan strategis seiring pesatnya digitalisasi industri keuangan dan pertumbuhan bisnis BSI.
“Sekarang BSI berdampingan dengan bank besar karena sudah masuk 5 besar bank di Indonesia. Ekspektasi nasabah adalah layanan, sistem harus sama dengan bank besar. Untuk itu, kami berupaya menyediakan layanan setara sesuai ekspektasi nasabah," kata Anggoro di BSI The Tower, Jakarta, Rabu (1/6/2026).
BSI menargetkan jumlah nasabah meningkat menjadi 40 juta pada 2030, dari posisi saat ini yang telah mencapai sekitar 24 juta nasabah.
BSI juga menargetkan pertumbuhan aset hingga menembus Rp1.000 triliun pada 2030 dari total aset saat ini sebesar Rp444 triliun.
Selain itu, BSI membidik peningkatan return on investment (ROI) dari sekitar 16 persen saat ini menjadi 25 persen pada 2030.
"Indikator-indikator pencapaian ini tidak akan bisa kita kejar kalau tidak didukung oleh sistem IT yang memandai," ucapnya.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BSI terus memperkuat layanan digital melalui aplikasi BYOND by BSI untuk segmen ritel dan BEWIZE by BSI bagi nasabah institusi dan wholesale.
Baca Juga: Bos BSI Pilih Jaga Ritme Likuiditas, Dibanding Ajukan Tambahan Dana SAL ke Pemerintah
Baca Juga: Daya Beli Tergerus, Kemenperin Singgung Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi
Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun. Sementara itu, BEWIZE juga terus mencatat pertumbuhan pengguna dan transaksi yang menjadi pendorong bisnis wholesale perseroan.
"Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: