Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investasi Asuransi Makin Cuan, OJK Ingatkan Ancaman Volatilitas Pasar

        Investasi Asuransi Makin Cuan, OJK Ingatkan Ancaman Volatilitas Pasar Kredit Foto: Didimax
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hasil investasi (investment yield) industri asuransi umum meningkat hingga April 2026. Meski demikian, OJK mengingatkan perusahaan asuransi untuk tetap mewaspadai volatilitas pasar keuangan, dinamika ekonomi global, dan perubahan suku bunga yang berpotensi menekan profitabilitas industri.

        Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan investment yield asuransi umum konvensional mencapai 0,55% pada April 2026, naik dari 0,27% pada Maret 2026. Sementara itu, investment yield asuransi umum syariah meningkat menjadi 0,44% dari 0,36% pada periode yang sama.

        "Berdasarkan data posisi April 2026, kinerja investasi industri asuransi umum masih menunjukkan hasil yang positif. Pada asuransi umum konvensional, investment yield tercatat sebesar 0,55%, meningkat dibandingkan 0,27% pada Maret 2026. Sementara itu, asuransi umum syariah mencatat investment yield sebesar 0,44%, juga meningkat dari 0,36% pada bulan sebelumnya," ujar Ogi dalam jawaban tertulis, Rabu (1/7/2026).

        Menurut Ogi, peningkatan hasil investasi tersebut menunjukkan industri masih mampu menjaga kinerja portofolio investasi di tengah kondisi pasar keuangan yang berfluktuasi.

        "Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri masih mampu menjaga kinerja investasinya di tengah kondisi pasar yang dinamis," katanya.

        Baca Juga: Premi Naik Tipis, Klaim Asuransi Umum Justru Melonjak 17,7%

        Baca Juga: Naik Tipis, Premi Asuransi Umum Rp31,11 Triliun pada Kuartal I 2026

        Meski demikian, OJK mengingatkan perusahaan asuransi agar tidak lengah terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi kinerja investasi maupun profitabilitas industri.

        Menurut Ogi, volatilitas pasar keuangan, ketidakpastian ekonomi global, serta perubahan suku bunga menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi dalam pengelolaan portofolio investasi.

        "Ke depan, tantangan utama industri adalah menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi dan pengelolaan risiko, khususnya di tengah volatilitas pasar keuangan, dinamika ekonomi global, dan perubahan suku bunga," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: