Kredit Foto: Istimewa
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengungkap peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) semula dipersiapkan menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Karena itu, para peserta awalnya diwajibkan mengikuti latihan dasar militer.
Donny mengatakan konsep tersebut kini telah diubah. Peserta SPPI tidak lagi diproyeksikan menjadi Komcad.
"Kami sudah sampaikan ke anggota Komisi I DPR untuk merevisi program ini. Yang semula mereka akan menjadi komponen cadangan, kini kami tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara," ujar Donny.
Ia menjelaskan materi yang diberikan kini hanya berfokus pada bela negara. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai nasionalisme, patriotisme, disiplin, dan kepemimpinan.
Donny menegaskan peserta tidak lagi menerima materi taktik militer maupun penggunaan senjata. Setelah pembinaan bela negara selesai, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial sesuai bidang tugas masing-masing.
Di sisi lain, Kemhan juga membentuk tim investigasi untuk mengusut meninggalnya lima peserta SPPI. Tim tersebut melibatkan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan.
"Kami sudah bentuk dan nanti akan kami tindak lanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan mengapa kok ini bisa terjadi," katanya.
Menurut Donny, penyebab kematian peserta berbeda-beda. Namun, secara umum dipengaruhi oleh kelelahan, perubahan pola hidup, cuaca panas, hingga kondisi kesehatan yang telah dimiliki peserta sebelumnya.
Ia menyebut dua peserta meninggal akibat gangguan paru-paru. Sementara tiga peserta lainnya meninggal karena masalah jantung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: