Kredit Foto: Cita Auliana
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menargetkan dapat naik kelas menjadi bank kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dalam dua hingga tiga tahun ke depan atau paling lambat pada 2030.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan perseroan turut memperkuat berbagai mesin pertumbuhan (engine growth) melalui transformasi sistem teknologi informasi (Information Technology/IT) yang menjadi fondasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis
"Kalau dalam plan kita, dua sampai tiga tahun harusnya kita bisa masuk ke KBMI 4,” kata Anggoro di BSI The Tower, Jakarta, Rabu (1/6/2026).
Saat ini, BSI resmi berstatus persero dan menjadi bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Meski demikian, bank syariah terbesar di Indonesia tersebut masih berada dalam kategori KBMI 3.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per akhir Maret 2026, modal inti (Tier 1) BSI sebesar Rp46,15 triliun atau tumbuh 6,24 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Baca Juga: Transformasi IT, BSI Bidik 40 Juta Nasabah dan Aset Rp1.000 Triliun di 2030
Baca Juga: Bos BSI Pilih Jaga Ritme Likuiditas, Dibanding Ajukan Tambahan Dana SAL ke Pemerintah
Sesuai ketentuan, bank yang masuk kategori KBMI 4 harus memiliki modal inti di atas Rp70 triliun. Dengan demikian, BSI masih membutuhkan tambahan modal sekitar Rp23,85 triliun untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut.
Anggoro mengungkapkan, manajemen telah menyiapkan sejumlah opsi untuk mencapai target kenaikan kelas tersebut. Namun, perseroan tetap mengedepankan strategi pertumbuhan secara organik.
"Ada beberapa opsi yang masih kita tempuh. Namun, paling tidak sebelum 2030 kita harus sudah menargetkan sampai ke sana (KBMI 4)," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: