Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trenggono Beberkan Kendala Besar Program Kampung Nelayan Merah Putih Meski Target 2027 Dikejar

        Trenggono Beberkan Kendala Besar Program Kampung Nelayan Merah Putih Meski Target 2027 Dikejar Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menargetkan sebanyak 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mulai beroperasi pada awal 2027, namun pelaksanaannya diakui tidak semudah membangun proyek secara massal karena setiap kawasan pesisir memiliki kebutuhan yang berbeda.

        Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pemerintah saat ini terus mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus mempersiapkan operasional seluruh kampung nelayan yang telah dibangun.

        Saat ini, sebanyak 65 Kampung Nelayan Merah Putih telah selesai dibangun, sementara 35 lokasi lainnya masih berada dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

        Meski pembangunan fisik sebagian besar telah selesai, pemerintah masih menyiapkan sumber daya manusia agar seluruh kawasan tersebut benar-benar siap digunakan saat mulai beroperasi.

        "100% beroperasi mungkin kira-kira sekitar 20% dari 65 titik. Tetapi akhir tahun ini saya jamin semuanya beroperasi 65 titik."

        Trenggono menambahkan, target berikutnya adalah memastikan seluruh 100 Kampung Nelayan Merah Putih dapat mulai beroperasi pada awal tahun depan.

        "Awal tahun depan (100 KNMP bisa beroperasi). Kita sedang mempersiapkan tenaga kerjanya."

        Selain mengejar penyelesaian 100 lokasi pertama, pemerintah juga telah menetapkan sebanyak 1.269 titik yang akan menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.

        Namun, pembangunan program tersebut tidak dilakukan dengan model yang sama di setiap daerah karena kebutuhan masing-masing kawasan pesisir dinilai berbeda.

        Menurut Trenggono, konsep pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih disusun secara tematik agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

        "Jadi tidak bisa massal cara bangunnya, jadi tematik disesuaikan. Ada juga titik ada satu pulau kapalnya cuma ada 80, ada 50, maka dia hanya butuh misalnya dermaga sama pabrik es. Ada juga yang lengkap butuh pabrik es, ada butuh juga cold storage."

        Artinya, ada kawasan yang hanya membutuhkan dermaga dan pabrik es, sementara daerah lain memerlukan fasilitas yang lebih lengkap seperti cold storage, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), hingga bengkel kapal.

        Pemerintah juga mengakui tantangan terbesar program tersebut berada pada proses pembangunan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang memiliki akses logistik terbatas.

        Sebelumnya, Trenggono menjelaskan distribusi material menuju pulau-pulau kecil menjadi salah satu kendala utama dalam penyelesaian proyek Kampung Nelayan Merah Putih.

        "Akses untuk menuju ke sini kan setengah mati untuk membawa barang-barang untuk membangunnya."

        Baca Juga: 100 KK di Kampung Bojong Pari Kini Nikmati Air Bersih Gratis dari PLN

        Selain persoalan akses, setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi kelautan yang berbeda sehingga kebutuhan fasilitas pendukung juga harus disesuaikan.

        "Kan itu tematik. Jadi, ada yang misalnya, oh di sini yang dibutuhkan tuh es, SPBN, sama bengkel kapal misalnya gitu. Terus ada juga yang dia butuh juga harus ada logistiknya. Tapi setidaknya hampir semua."

        Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi pusat aktivitas nelayan, tetapi juga mampu memperkuat rantai distribusi hasil tangkapan, meningkatkan nilai tambah produk perikanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di berbagai daerah Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: