Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Sebut Uang Hasil Korupsi Indonesia Banyak Disimpan di Singapura

        Purbaya Sebut Uang Hasil Korupsi Indonesia Banyak Disimpan di Singapura Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyinggung Singapura sebagai negara tujuan aliran dana hasil korupsi dari Indonesia.

        Hal itu ia sampaikan sebagai respon atas surat yang dikirimkan oleh koalisi sipil Danantara Monitor ke Financial Action Task Force (FATF) terkait Pasal 50A Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK).

        Muncul kekhawatiran terkait aturan perlindungan hukum bagi investor pembeli surat utang khusus Danantara, yakni Patriot Bond dan Merah Putih Bond, berpotensi membuka celah tindak pidana pencucian uang (TPPU).

        Purbaya menilai aduan ke FATF tidak menjadi masalah.

        Ia justru menyoriti peran besar Singapura di FATF karena sebelumnya memegang posisi ketua lembaga tersebut melalui T Raja Kumar pada periode 2022-2024.

        “Salah satu pemain utama di FATF, ketua sebelumnya adalah Singapura, jadi mereka mempunyai peran yang kuat sekali di FATF, coba lihat yang saya bilang pemain utamanya tadi. Jadi ya enggak apa-apa (aduan ke FATF), kita lihat aja seperti apa berjalannya,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Jumat (3/7/2026).

        FATF sendiri merupakan organisasi antar-pemerintah yang menetapkan standar global untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme. Saat ini, lembaga tersebut dipimpin oleh Elisa de Anda Madrazo dari Meksiko.

        Purbaya juga menyebut Singapura sebagai tempat penyimpanan dana hasil korupsi dari Indonesia.

        “Jadi gini, Anda kan tahu uang korupsi kita taro di mana? Singapura, gitu kira-kira jawabannya,” tegasnya.

        Purbaya menegaskan bahwa penerbitan surat utang khusus bukanlah kebijakan baru dan telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Singapura, untuk mendorong partisipasi modal publik dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan nasional.

        Baca Juga: Prabowo Putuskan Bea Cukai Dibubarkan, Purbaya: Saya Cuma Dapat Waktu Setahun

        Baca Juga: Purbaya Akui APBN 2025 Menatang, Banyak Target Tak Terpenuhi

        "Jadi Ini enggak nyuci uang, negara lain banyak melakukan ini lebih dulu dari kita. Coba lihat yang saya bilang pemain utamanya tadi (Singapura). Jadi ya enggak apa-apa kita lihat aja seperti apa. Jalani aja,” terangnya.

        Purbaya menegaskan, perumusan kebijakan pemerintah tidak bisa dipandang secara hitam dan putih. Menurutnya, pemerintah berupaya menghadirkan instrumen yang dapat melindungi kepentingan negara sekaligus memperkuat sumber pendanaan nasional.

        “Dunia itu enggak hitam putih, kita jangan sampai dirugikan terlalu banyak aja. Itu langkah kebijakannya yang itu (terkait) Bond Merah Putih,” jelasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: