Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Zelensky Tagih Komitmen Amerika, Harap Ketegasan Trump Mampu Akhiri Perang Rusia-Ukraina

        Zelensky Tagih Komitmen Amerika, Harap Ketegasan Trump Mampu Akhiri Perang Rusia-Ukraina Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menaruh harapan besar kepada Amerika Serikat (AS). Ia ingin negara tersebut ikut membantu mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dengan Rusia.

        Zelensky mengatakan pihaknya baru-baru ini telah melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut percakapan tersebut berlangsung sangat baik dan membahas perkembangan terbaru di medan perang, termasuk peluang untuk mendorong tercapainya perdamaian.

        Baca Juga: Amerika Hanya Beri Iran Waktu Satu Minggu untuk Berkabung Terkait Pemakaman Ali Khamenei

        Menurut Zelensky, komitmen dari negara tersebut akan menjadi faktor penentu dalam upaya mengakhiri konflik dari Rusia dan Ukraina. Perang kedua negara diketahui telah berlangsung sejak 2022.

        "Ada prospek nyata untuk mengakhiri perang ini dan ketegasan mereka akan memiliki arti yang sangat penting," kata Zelensky, dikutip Minggu (5/7).

        Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa ada harapan besar dari Kyiv ke Washington. Mereka masih memandang negara itu sebagai mitra strategis utama dalam menghadapi agresi Rusia. Hal itu terutama di tengah dinamika kebijakan luar negeri pemerintahan dari Donald Trump.

        Zelensky mengungkapkan dirinya dan politikus itu sepakat untuk melanjutkan pembahasan mengenai perang dari Rusia-Ukraina di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara, Turki.

        Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi momentum penting bagi para pemimpin negara anggota aliansi untuk membahas langkah lanjutan dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan euro sekaligus mencari jalan keluar diplomatik dari konflik yang berkepanjangan.

        Zelensky, selain membahas situasi militer, juga menyampaikan apresiasinya kepada Amerika Serikat. Hal itu terkait dukungan negara tersebut yang telah diberikan selama perang berlangsung. Ia tidak hanya berterima kasih kepada pemerintah, tetapi juga kepada masyarakat yang selama ini tetap memberikan perhatian terhadap masa depan dari Ukraina.

        "Saya berterima kasih kepada Amerika Serikat atas bantuannya selama konflik dan kepada hati rakyat mereka yang memikirkan masa depan kami serta menghargai kebebasan di seluruh dunia," ujar Zelensky.

        Kyiv mewujudkan hal tersebut dengan membuat salah satu monumen paling ikonik dari negaranya dihiasi warna bendera dari Amerika. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan pada Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

        Monumen Motherland Monument setinggi 62 meter diterangi cahaya berwarna merah, putih dan biru pada malam hari dan dapat dilihat dari di Sungai Dnipro.

        Pemandangan tersebut menjadi simbol dukungan mereka terhadap Amerika Serikat. Hal itu juga sekaligus mencerminkan besarnya harapan dalam hubungan dari Kyiv dan Washington.

        Baca Juga: Jokowi Ditantang Buktikan Kerugian Akibat Tuduhan Soal Ijazah, Dokter Tifa: Jangan-jangan Hanya...

        Dengan rencana pertemuan lanjutan, perhatian kini tertuju pada langkah konkret yang akan diambil Amerika Serikat. Bagi Ukraina, komitmen negara tersebut dinilai akan sangat menentukan arah penyelesaian konflik sekaligus membuka peluang tercapainya perdamaian yang telah lama dinantikan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: