Euforia Piala Dunia Tak Bikin Meksiko Tak Lupakan Perseteruan dengan Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Euforia Piala Dunia 2026 belum mampu menghapus berbagai persoalan yang masih membayangi hubungan dari Meksiko dan Amerika Serikat. Meski menjadi tuan rumah bersama, sebagian masyarakat mengaku tetap mengingat berbagai persoalan politik, ekonomi hingga tuduhan yang datang dari Negeri Paman Sam.
Jurnalis dan Podcaster Meksiko, Carlos Mendoza mengatakan bahwa negaranya memang tengah merayakan euforia kelolosan mereka menembus babak 16 besar dari Piala Dunia. Layar-layar raksasa dipasang di sepanjang jalan, tetapi di sela-selanya masih terpampang poster-poster orang hilang yang menjadi simbol persoalan kemanusiaan yang belum terselesaikan.
Baca Juga: Kasus Ijazah Delik Aduan, Dokter Tifa Nantikan Kesaksian Jokowi Langsung di Sidang
Ia menjadi sinyal bahwa di tengah semangat mendukung tim nasional yang melaju ke babak gugur tanpa kebobolan, sebagian warga menilai realitas kehidupan sehari-hari tetap tidak bisa dipisahkan dari pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Mendoza mengatakan kemenangan tim nasional memang mampu membangkitkan rasa bangga masyarakat. Namun, menurutnya, euforia itu tidak menghapus persoalan yang sedang dihadapi negara, termasuk hubungan dengan Amerika Serikat.
"Selama Meksiko menang, kita semua hidup dengan dorongan kebanggaan nasional yang membuat kita sejenak melupakan hal-hal yang tidak nyaman, seperti tuduhan dari tetangga kami mengenai dugaan kolusi antara politisi dengan jaringan perdagangan narkoba," ujar Mendoza, dikutip Minggu (5/7).
Ia menambahkan bahwa setelah turnamen berakhir, seluruh persoalan itu akan kembali dihadapi masyarakat.
"Dunia tidak berhenti. Ketika Piala Dunia selesai, realitas akan tetap ada dan menunggu kita," katanya.
Meksiko juga menghadapi isu selain masalah hubungan dengan Amerika Serikat. Masyarakat negara tersebut juga menghadapi tekanan ekonomi. Meskipun inflasi mulai melambat pada awal bulan lalu, tingkat inflasi inti masih berada di atas target permanen dari Bank Sentral Meksiko.
Tingginya harga tiket pertandingan piala dunia juga menjadi sorotan. Biaya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung mencapai ribuan dolar sehingga dinilai semakin sulit dijangkau oleh masyarakat.
"Kesalahan terbesar turnamen ini bukan hanya terjadi di Meksiko. Dulu tantangannya adalah mendapatkan tiket, sekarang tantangannya adalah mampu membayarnya," kata Mendoza.
Kemenangan Meksiko atas Ekuador di babak sebelumnya, yang menjadi kemenangan pertama negara tersebut di fase gugur piala dunia dalam 40 tahun, bahkan diwarnai insiden yang menewaskan empat orang saat perayaan berlangsung di Reforma.
Di Mexico City, berbagai sudut kota dihiasi grafiti anti-piala dunia, termasuk di Stadion Azteca. Kelompok Guru juga diketahui masih menggelar aksi protes dengan mendirikan tenda-tenda di pusat kota, menuntut pemerintah memenuhi janji kampanye terkait reformasi sistem pensiun dan kenaikan gaji.
Baca Juga: Saat Teheran Berduka, Trump Klaim Amerika Telah Memenangkan Perang Iran: Kita Sudah Hancurkan Mereka
Bagi banyak warga, piala dunia memang menghadirkan kebanggaan nasional. Namun, turnamen tersebut dinilai tidak mampu menghapus persoalan domestik maupun ketegangan dengan Amerika Serikat yang masih terus membayangi kehidupan sehari-hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: