Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kaum Mendang-Mending Makin Gemar Berutang, Tagihan Paylater Warga RI Tembus Rp13 Triliun

        Kaum Mendang-Mending Makin Gemar Berutang, Tagihan Paylater Warga RI Tembus Rp13 Triliun Kredit Foto: Unsplash/Rendy Novantino
        Warta Ekonomi, Jakarta -

         Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh 53,78% secara tahunan menjadi Rp13,18 triliun pada Mei 2026. Namun, pertumbuhan pembiayaan tersebut diikuti kenaikan rasio pembiayaan bermasalah bruto atau non-performing financing (NPF) gross menjadi 3,44%.

        Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan data pembiayaan BNPL tersebut tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

        “Berdasarkan informasi pada SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 53,78% year on year (April 2026: 56,92% year on year), atau menjadi Rp13,18 triliun dengan NPF gross sebesar 3,44% (April 2026: 2,99%),” ujar Agusman dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026, Selasa (7/7/2026).

        Laju pertumbuhan pembiayaan BNPL melambat dibandingkan April 2026 yang tumbuh 56,92% secara tahunan. Namun, pertumbuhan tetap berada di atas 50% secara tahunan.

        Pada saat yang sama, NPF gross BNPL meningkat 0,45 poin persentase dibandingkan April 2026. Rasio tersebut menunjukkan porsi pembiayaan BNPL bermasalah secara bruto terhadap total pembiayaan pada segmen tersebut.

        Baca Juga: OJK Sikat 951 Pinjol Ilegal dalam Enam Bulan

        Baca Juga: Utang Pinjol Masyarakat Tembus Rp103,73 Triliun, Dalam Sebulan Naik Rp1,66 Triliun

        Baca Juga: OJK Jatuhkan Sanksi ke Puluhan Pelaku Industri Pembiayaan dan Pinjol, Ini Sebabnya

        Sementara itu, industri pinjaman daring atau pindar mencatat outstanding pembiayaan Rp103,73 triliun pada Mei 2026, tumbuh 25,60% secara tahunan. Nilai pembiayaan pindar bertambah Rp1,66 triliun dibandingkan posisi April 2026 sebesar Rp102,07 triliun.

        Tingkat wanprestasi di atas 90 hari atau TWP90 industri pindar turun menjadi 4,42% pada Mei 2026 dari 4,62% pada April 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: