Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diungkap Wakilnya Trump, Iran Hanya Perlu Ikuti Perintah dari Amerika Jika Tak Ingin Diserang Lagi

        Diungkap Wakilnya Trump, Iran Hanya Perlu Ikuti Perintah dari Amerika Jika Tak Ingin Diserang Lagi Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap secara terbuka batas yang tidak boleh dilanggar Iran. Washington menegaskan bahwa negara tersebut hanya memiliki dua pilihan, yakni mematuhi kesepakatan atau kembali menghadapi serangan militer dari Amerika.

        Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pemerintahannya  sejak awal telah menawarkan kesepakatan yang sederhana kepada Iran. Amerika bersedia melonggarkan blokade terhadap negara itu apabila mereka menghentikan seluruh aksi penyerangan terhadap pelayaran komersial di jalur laut strategis tersebut.

        Baca Juga: Iran Tantang Amerika Jalankan Rencana Kuasai Pulau Kharg: Bersiaplah, Kalian Akan Masuk Neraka

        Namun, Iran menurutnya tidak memegang komitmen yang telah disepakati. Oleh karenanya, pihaknya baru-baru ini melancarkan operasi terhadap sejumlah target di negara tersebut sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz.

        "Mereka bersikap baik selama sekitar satu minggu, tetapi kemudian mereka mulai menembaki kapal-kapal," kata Vance, dikutip Kamis (9/7).

        Vance menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan garis merah yang tidak bisa ditawar dalam perundingan dengan Iran.

        "Kesepakatannya sangat sederhana. Jika mereka menembaki kapal, kami akan menghajar mereka habis-habisan," ujarnya.

        Iran menurutnya kini dihadapkan pada dua pilihan yang sangat jelas. Pilihan pertama adalah mematuhi kesepakatan dengan menghentikan seluruh serangan terhadap kapal-kapal dagang. Pilihan kedua adalah menerima konsekuensi berupa operasi militer yang akan terus berlanjut.

        "Mereka bisa mematuhinya atau mengalami persis seperti yang terjadi kepada mereka tadi malam. Hal itu akan terus terjadi sampai mereka membuka jalur pelayaran itu dan berhenti menembaki kapal," tegas Vance.

        Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintahannya tidak berniat mengubah pendekatannya apabila gangguan terhadap pelayaran internasional masih berlanjut.

        Menurut Vance, Donald Trump tetap berkomitmen menjaga keterbukaan dari Selat Hormuz. Jalur tersebut dinilai memiliki arti sangat penting bagi stabilitas ekonomi global karena menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.

        Selat Hormuz menurutnya juga adalah urat nadi perdagangan energi internasional yang harus tetap aman dari ancaman militer.

        "Itu adalah jalur yang sangat penting, tempat sebagian besar energi dunia dikirimkan," kata Vance.

        Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah munculnya serangan terhadap sejumlah kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Amerika sebagai balasan melancarkan serangan terhadap puluhan target militer, termasuk sistem pertahanan udara, radar, rudal antikapal serta aset milik Garda Revolusi Iran.

        Baca Juga: Tak Sembarang Waktu, Jokowi Cuma Mau Hadir untuk 'Skakmat' Dokter Tifa di Kasus Ijazah

        Washington menegaskan operasi tersebut akan terus dilakukan apabila negara itu kembali mengganggu keamanan pelayaran internasional. Pemerintah Amerika kini secara terbuka menyampaikan bahwa keamanan halur pelayaran menjadi garis merah utama dalam seluruh proses negosiasi dengan Teheran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: