Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Resmi Mengaspal, ini Dia Mobil Listrik Pertama BAIC untuk Pasar Indonesia

        Resmi Mengaspal, ini Dia Mobil Listrik Pertama BAIC untuk Pasar Indonesia Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT JIO Distribusi Indonesia (JDI), agen pemegang merek Baic di Indonesia, resmi memperluas portofolio produknya dengan meluncurkan BAIC T1 di Tangerang pada Kamis (9/7/2026). Kehadiran model ini menandai debut kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) pertama BAIC di Indonesia, setelah sebelumnya perusahaan hanya memasarkan model bermesin bensin dan hybrid.

        Chief Executive Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Johnnathan Salim, mengatakan peluncuran BAIC T1 menjadi langkah baru BAIC dalam memasuki era elektrifikasi di Indonesia.

        "Setelah menghadirkan BJ40 dan BJ30 HEV tahun lalu, hari ini kami melangkah lebih jauh dengan memasuki era kendaraan listrik melalui BAIC T1," ujar Johnnathan.

        Ia menjelaskan, keputusan membawa BAIC T1 didasarkan pada hasil riset terhadap kebutuhan pasar Indonesia. Karena itu, perusahaan memilih produk dari Arcfox, sub-brand BAIC Group yang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik dan teknologi otomotif.

        "Setelah mempertimbangkan kebutuhan masyarakat Indonesia, kami memilih produk dari sub-brand BAIC yang memang memiliki fokus pada inovasi dan teknologi, yaitu Arcfox," katanya.

        Sementara itu, Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, menyebut peluncuran BAIC T1 merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi BAIC di segmen kendaraan energi baru di Indonesia.

        Menurut dia, perusahaan tidak hanya ingin menghadirkan produk baru, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan seiring berkembangnya industri otomotif dan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.

        Pada tahap awal, BAIC T1 masih dipasarkan dalam status completely built up (CBU) atau diimpor secara utuh. Namun, BAIC telah menyiapkan rencana untuk memulai perakitan lokal pada 2027 dengan target tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 60 persen.

        Baca Juga: BAIC Perkuat Strategi Elektrifikasi, Mobil Listrik Pertama Segera Hadir

        Dari sisi kinerja penjualan, BAIC Indonesia membukukan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 382 unit sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut meningkat 91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Kontributor terbesar berasal dari BAIC BJ30 dengan penjualan 214 unit. Selanjutnya disusul BJ40 Plus sebanyak 119 unit dan X55 II sebanyak 49 unit.

        Melalui BAIC T1, perusahaan membidik penjualan hingga 1.000 unit sampai akhir 2026. BAIC juga menargetkan mampu menguasai sekitar 16 persen pasar hatchback crossover listrik di Indonesia.

        Bersamaan dengan peluncurannya, BAIC membuka masa pre-booking BAIC T1 mulai 9 Juli 2026. Untuk 50 konsumen pertama, mobil listrik ini ditawarkan dengan estimasi harga di kisaran Rp 300 jutaan.

        Konsumen yang melakukan pemesanan awal akan memperoleh sejumlah keuntungan, mulai dari program bunga kredit spesial, booking fee yang dapat dikembalikan, portable charger, dashcam gratis, hingga kesempatan mengikuti undian berhadiah satu unit mobil.

        BAIC T1 sendiri merupakan model yang dikembangkan dari Arcfox, sub-brand premium BAIC Group, namun dipasarkan di Indonesia menggunakan nama BAIC T1.

        Baca Juga: Perluas Pangsa Pasar Mobil Listrik, Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026

        Mobil ini bermain di segmen hatchback crossover dengan dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.572 mm, serta jarak sumbu roda 2.770 mm. BAIC mengklaim wheelbase tersebut menjadi salah satu yang terpanjang di kelasnya sehingga memberikan ruang kabin yang lebih lega.

        Soal fitur, BAIC T1 dibekali panoramic glass roof seluas 2,34 meter persegi, layar infotainment berukuran besar, panel instrumen digital, konektivitas smartphone, pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA), serta beragam fitur keselamatan dan bantuan berkendara modern.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: