Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ketergantungan Impor Pangan Lebanon 80 Persen, Mentan Amran Siap Pasok Beras RI

        Ketergantungan Impor Pangan Lebanon 80 Persen, Mentan Amran Siap Pasok Beras RI Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Karakteristik sektor pemenuhan pangan di negara Lebanon dilaporkan masih menghadapi tingkat ketergantungan impor yang sangat tinggi. Sekitar 65 hingga 80 persen pasokan kebutuhan logistik pangan di wilayah tersebut masih bersumber dari perdagangan luar negeri.

        Keterbatasan produksi lokal ini membuka peluang emas bagi Indonesia untuk hadir sebagai pemasok pangan yang andal. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, secara terbuka menyatakan kesiapan logistik dalam negeri untuk menopang kebutuhan karbohidrat, semisal beras, bagi masyarakat Lebanon.

        "Kalau mereka mau minta (beras), saya kasih beras banyak," jelas Amran sembari tersenyum, dikutip Jumat (10/7/2026). 

        Salah satu catatan pembukuan sepanjang tahun 2025 menunjukkan Indonesia sukses meraup surplus perdagangan pertanian senilai USD 44,8 juta dengan Lebanon. Komoditas andalan penopang devisa tersebut meliputi produk kelapa, kelapa sawit, buah nanas, hingga kopi. 

        Selain itu, Mentan Amran mengatakan Lebanon hendak memperkuat hubungan bilateral perdagangan agribisnis mereka dengan Indonesia. 

        "Mereka menawarkan olive oil, kemudian saya minta ditambah ekspor kelapa dan CPO dari Indonesia ke Lebanon," terang Amran. 

        Sinergi ketahanan pangan ini dipercaya akan mempererat hubungan diplomatik sekaligus membuka koridor niaga baru. Kedaulatan agraria nusantara siap dioptimalkan demi membantu stabilitas pasokan nutrisi di kawasan Timur Tengah. 

        Sekadar informasi, , Indonesia sendiri memiliki kapasitas produksi yang sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki luas areal kelapa lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun. Potensi tersebut menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama berbagai produk turunan kelapa di pasar internasional.

        Baca Juga: Ekspor Agribisnis RI ke Lebanon Surplus US$44,8 Juta

        Baca Juga: Amran Borong Jagung Lokal Rp5.500/Kg untuk Amunisi Cadangan Pakan

        Selain itu, Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Produksi minyak sawit nasional pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 56 juta ton, terdiri atas crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO), menjadikan Indonesia pemain utama dalam rantai pasok minyak nabati dunia sekaligus salah satu penyumbang devisa terbesar dari sektor perkebunan. 

        Di sisi lain, Lebanon merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah. Sekitar 65–80 persen kebutuhan pangan Lebanon masih bergantung pada impor, termasuk hampir seluruh kebutuhan gandumnya. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemasok pangan yang andal sekaligus memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: