Kredit Foto: (Istimewa)
Ooritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan pada pembiayaan kendaraan listrik roda dua dan roda empat per Mei 2026 meningkat 32,48% secara tahunan (yoy) menjadi Rp23,94 triliun. Hal ini mencerminkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan rendah emisi semakin meningkat.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan perkembangan tersebut terjadi di tengah dinamika biaya transportasi yang dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kenaikan harga BBM berpotensi memengaruhi kemampuan bayar sebagian debitur dan kualitas pembiayaan multifinance. Di sisi lain, kondisi ini juga dapat mendorong minat terhadap kendaraan listrik," ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (10/7/2026).
Agusman menilai, ada dua dampak yang lahir ke industri pembiayaan karena kenaikan BBM yakni peningkatan biaya operasional kendaraan yang bisa mempengaruhi pembayaran debitur dan dorongan untuk masyarakat beralih ke kendatraan listrik sebagai alternatif yang lebih efisien.
Baca Juga: Sambangi Pabrik Kendaraan Listrik, Wapres Gibran Cicipi Motor Listrik Edisi Merah Putih
Baca Juga: Purbaya Jelaskan Alasan Insentif Kendaraan Listrik Molor
Meskipun kendaraan konvensional masih menjadi penopang industri, pertumbuhan pada segmen kendaraan listrik ini menjadi tanda terbukanya sumber baru di industri. Tetapi, perkembangan pembiayaannya tetap perlu didukung oleh peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: