Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Produktivitas Nasional

        OJK Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Produktivitas Nasional Kredit Foto: (Azka Elfriza)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa tata kelola, manajemen risiko, dan budaya integritas sebagai fondasi membangun sektor jasa keuangan yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

        Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, mengatakan penerapan tata kelola yang kuat menjadi faktor utama agar setiap kebijakan mampu diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

        "Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang baik, tetapi juga pada tata kelola yang mampu menerjemahkannya menjadi hasil nyata bagi masyarakat," kata Sophia dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

        Menurutnya, penguatan governance, risk, and compliance (GRC) tidak hanya sebagai instrumen kepatuhan tapi juga fondasi utama untuk menjaga ketahanan organisasi dan mendorong ekonomi berkelanjutan.

        Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menilai tata kelola yang baik turut memperkuat iklim investasi dan kepastian berusaha.

        "Tata kelola yang baik bukan sekadar masalah kepatuhan, tetapi fondasi yang memperkuat kredibilitas kelembagaan, memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, serta pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Ferry.

        Ia menekankan, konsep future-ready governance harus mampu mengantisipasi risiko sebelum berkembang menjadi krisis, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, dan gangguan rantai pasok global.

        Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah menekankan bahwa transformasi digital harus menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.

        Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Baru, Manfaat Pensiun Kini Bisa Dicairkan Sekaligus

        Baca Juga: OJK Sebut Penyalahgunaan AI Jadi Risiko Utama Sektor Keuangan

        "Digitalisasi bukanlah tujuan akhir. Digital merupakan pengungkit bagi seluruh sektor ekonomi. Karena itu, transformasi digital harus menjadi katalis peningkatan produktivitas nasional dan kesejahteraan masyarakat," kata Edwin.

        Menurut Edwin, tata kelola yang baik tidak menghambat inovasi tetapi justru membangun kepercayaan sehingga kepatuhan menjadi pendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan.

        Kali ini, acara RGS 2026 diikuti lebih dari 20.000 peserta secara luring dan daring yang berasal dari regulator, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: