Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Hijau, Sentimen Global dan Domestik Topang Penguatan

        IHSG Dibuka Hijau, Sentimen Global dan Domestik Topang Penguatan Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (15/7/2026) di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 23,235 poin atau 0,38% ke level 6.062,756.

        Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.068,032 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.074,076, sementara level terendah berada di 6.060,554.

        Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 437,997 juta saham, nilai transaksi sebesar Rp223,322 miliar, dan frekuensi perdagangan sebanyak 63.127 kali.

        Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 243 saham menguat, 101 saham melemah, dan 298 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp10.589,476 triliun.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, meskipun ditutup di atas MA20, adapun penguatan IHSG masih menghadapi tantangan berat selanjutnya sejak pola doji star candle terbentuk.

        Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume. Dengan demikian, IHSG diperkirakan cenderung positif atau bullish moderat, meskipun masih dibayangi beberapa faktor struktural yang dapat membatasi ruang penguatan IHSG. 

        "Adapun sektor yang berpotensi menarik ialah sektor-sektor seperti perbankan, konsumsi, petrokimia dan energi, maupun komoditas logam," ungkap dia dalam analisanya.

        Nafan menyebut sentimen positif dari global berasal dari hasil perilisan data inflasi AS (CPI) yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan lebih dovish dengan mempertahankan Fed Rate pada pertemuan berikutnya, sehingga imbal hasil obligasi turun dan aset berisiko kembali diminati.

        Dari Timur Tengah, adapun rencana pungutan (fee) atas pelayaran melalui Selat Hormuz dibatalkan, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan perdagangan minyak dan kenaikan biaya logistik global sehingga mendukung sentimen positif di pasar saham Wall Street.

        "Adapun meredanya kekhawatiran geopolitik maupun US CPI cooling down membuat pergerakan Rupiah terapresiasi 0,10% di level Rp18.091 per USD," katanya.

        Sementara sentimen positif dari domestik ialah bahwa market masih memperoleh dukungan dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB dengan outlook stabil. 

        Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke Level 6.120

        Baca Juga: Diterpa Tekanan Jual, Saham RANS Anjlok ke Rp204 di Tengah Penguatan Tajam IHSG

        Di sisi lain, BEI menambah 37 saham ke dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), setelah BEI merevisi metodologi penentuan HSC dengan memasukan kriteria price impact ratio sebagai metodologi penentuan HSC sehingga total saham yang masuk dalam daftar HSC menjadi 51 emiten.

        Penyempurnaan metodologi HSC ini menunjukkan bahwa BEI berupaya membuat mekanisme identifikasi saham berkonsentrasi tinggi menjadi lebih objektif dan komprehensif, sehingga tidak sekadar melihat angka free float, tetapi juga mempertimbangkan aspek pengawasan, likuiditas, volatilitas, dan profil pemegang saham.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: