Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke Level 6.120

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke Level 6.120 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melonjak hampir 2%.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan level resistance di kisaran 6.080-6.120, pivot pada 6.000, serta support di area 5.950.

Pada perdagangan Senin (13/7/2026), IHSG ditutup naik 1,92% ke level 6.037,84. Penguatan tersebut juga diikuti peningkatan volume dan nilai transaksi dibandingkan pekan sebelumnya.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah memberikan sinyal positif setelah berhasil menembus (breakout) level psikologis 6.000. Selain itu, indeks juga ditutup di atas rata-rata pergerakan jangka pendek (MA5, MA10, dan MA20), yang mengindikasikan tren penguatan masih berlanjut.

"Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji area resistance di kisaran 6.080 hingga 6.120. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan indeks," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Menurut Phintraco, salah satu sentimen positif yang menopang pasar berasal dari keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek tetap stabil.

S&P menilai tekanan terhadap kondisi fiskal dan sektor eksternal Indonesia saat ini hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan membaik seiring kenaikan harga komoditas serta berbagai langkah pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara.

Prospek yang tetap stabil tersebut dinilai dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

"Dipertahankannya peringkat kredit Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik, mendorong kembali arus masuk dana asing, dan menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG," tulis Phintraco.

Baca Juga: IHSG Dibuka Hijau di Level 6.057, Sentimen Positif S&P Tahan Tekanan Global

Baca Juga: IHSG Melonjak Hampir 2% Usai S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia

Di sisi lain, lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5,1% pada 2026, sebelum mencatatkan rata-rata pertumbuhan sekitar 4,9% per tahun pada periode 2026-2029. Prospek tersebut didukung oleh belanja pemerintah, program hilirisasi, serta penguatan tata kelola sektor sumber daya alam.

Meski demikian, Phintraco mengingatkan bahwa sejumlah risiko eksternal masih perlu dicermati. Perubahan kebijakan global yang berlangsung cepat serta ketidakpastian implementasi kebijakan dinilai masih berpotensi memengaruhi sentimen investor, pasar keuangan, dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dicermati, yaitu BBNI, BBCA, BMRI, TLKM, dan ASII.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dwi Aditya Putra