Gelombang Kedua Serangan AS Hantam Iran, Ledakan Dilaporkan di Ahvaz hingga Bandar Abbas
Kredit Foto: Istimewa
Militer Amerika Serikat (AS) kembali menggempur Iran melalui gelombang serangan terbaru yang diklaim menyasar fasilitas militer. Operasi tersebut disebut sebagai upaya melindungi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan menyasar kemampuan militer Iran yang dinilai digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. "Pada pukul 15.00 waktu timur (ET), pasukan AS meluncurkan operasi serangan gelombang kedua hari ini terhadap Iran. Serangan-serangan tersebut menargetkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas secara bebas melalui Selat Hormuz, sebuah jalur air internasional yang sangat penting bagi perdagangan global," tulis akun Komando Pusat AS.
CENTCOM menegaskan operasi tersebut dilakukan atas perintah pimpinan tertinggi militer Amerika Serikat. "Militer AS menuntut pertanggungjawaban Iran atas perintah dari Panglima Tertinggi," imbuhnya.
Di sisi lain, kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan kembali terdengar di sejumlah wilayah setelah serangan berlangsung. Kota Ahvaz yang berada di dekat perbatasan Irak menjadi salah satu lokasi yang kembali dilaporkan terkena serangan.
Ledakan juga terjadi di Chabahar setelah rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut. Fasilitas tersebut diketahui digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.
Selain Ahvaz dan Chabahar, ledakan juga dilaporkan terdengar di Bandar Abbas. Mehr menyebut proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi yang berada di dekat kota pelabuhan tersebut.
Sebelumnya, Iran telah menegaskan tidak memiliki rencana membuka perundingan dengan Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat. Sikap itu disampaikan menyusul serangan-serangan terbaru yang dilancarkan Washington ke wilayah Iran.
Baca Juga: Amerika Ogah Kirim Pasukan Darat ke Iran, Wakilnya Trump: Bukan Urusan Kami Lagi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan upaya mempertahankan negara. "Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara," kata Esmaeil Baghaei.
Baghaei juga menegaskan Iran tidak akan mematuhi kesepakatan apa pun apabila Amerika Serikat melanggar komitmennya. "Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut," ujar Baghaei.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: