Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Buntut Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Amnesty International Desak Pemerintah Bikin Upaya Pencegahan Bullying di Sekolah

        Buntut Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Amnesty International Desak Pemerintah Bikin Upaya Pencegahan Bullying di Sekolah Kredit Foto: Vecteezy/Rutchapong
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah segera memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menyusul insiden ledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat.

        Organisasi tersebut menilai peristiwa itu menjadi peringatan serius mengenai dampak buruk perundungan yang tidak ditangani.

        Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan temuan kepolisian yang menyebut pelaku merupakan korban perundungan berkepanjangan harus menjadi perhatian pemerintah dalam memperbaiki sistem perlindungan siswa di sekolah.

        "Fakta yang disampaikan kepolisian bahwa pelaku adalah korban bullying jangka panjang dan meniru aksi serupa di SMA 72 Jakarta tahun 2025 harus menjadi alarm darurat bagi negara," ujar Usman Hamid dalam keterangannya.

        Menurut Usman, perundungan tidak seharusnya dipandang sebagai kenakalan remaja semata, melainkan persoalan yang berdampak pada pemenuhan hak-hak anak. Ia menilai sekolah dan negara perlu memastikan setiap peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman.

        Amnesty International Indonesia juga mengajukan tiga rekomendasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yaitu mewajibkan sekolah memiliki sistem deteksi dini dan mekanisme pelaporan perundungan yang aman, memperkuat pendidikan nilai-nilai hak asasi manusia dan toleransi dalam kurikulum, serta menyediakan layanan konseling psikologis profesional bagi korban maupun pelaku.

        Insiden di MAN 3 Padang terjadi pada Selasa (14/7/2026) ketika seorang pelajar membawa dan meledakkan bom rakitan di lingkungan sekolah.

        Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menyatakan hasil pemeriksaan menunjukkan motif pelaku diduga dipicu oleh rasa dendam setelah menjadi korban perundungan dalam jangka waktu yang lama. Polisi juga menyebut pelaku mengaku terinspirasi oleh peristiwa serupa yang pernah terjadi di SMA 72 Jakarta pada 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: