Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Outstanding Pindar Tembus Rp103,73 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gali Lubang Tutup Lubang

        Outstanding Pindar Tembus Rp103,73 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Gali Lubang Tutup Lubang Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pertumbuhan pembiayaan pinjaman daring (pindar) terus melaju di tengah tekanan terhadap daya beli masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026 atau tumbuh 25,60% secara tahunan (year on year/yoy).

        Di balik pertumbuhan tersebut, ekonom mengingatkan adanya risiko meningkatnya praktik "gali lubang tutup lubang" apabila pinjaman lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

        Data OJK juga menunjukkan tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) membaik menjadi 4,42% pada Mei 2026, dibandingkan 4,62% pada April 2026. Perbaikan kualitas pembiayaan itu terjadi di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital.

        Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai lonjakan pembiayaan pindar tidak dapat langsung diartikan sebagai sinyal memburuknya kondisi keuangan rumah tangga. Namun, tekanan ekonomi memang mendorong sebagian masyarakat memanfaatkan pinjaman daring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

        "Apakah pinjaman daring tumbuh karena masyarakat tertekan? Sebagian iya. Ketika daya beli melemah, harga kebutuhan naik, dan pendapatan tidak selalu cukup, masyarakat cenderung mencari pembiayaan cepat untuk menutup kebutuhan harian, biaya pendidikan, kesehatan, transportasi, atau cicilan lain," ujar Josua kepada Warta Ekonomi, Jumat (17/7/2026).

        Menurut dia, kondisi tersebut sejalan dengan sejumlah indikator konsumsi yang menunjukkan perlambatan. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 turun menjadi 117,8 dari 120,9 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini melemah menjadi 109,2, sedangkan penjualan eceran Juni diprakirakan terkontraksi 0,8% secara bulanan.

        Di sisi lain, inflasi Juni 2026 yang mencapai 3,34% masih dipengaruhi kenaikan harga pangan, transportasi, dan kebutuhan pribadi sehingga turut menekan pengeluaran rumah tangga.

        Meski demikian, Josua menegaskan pertumbuhan industri pindar juga dipengaruhi semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Proses pencairan dana yang cepat serta kebutuhan pembiayaan nominal kecil membuat layanan tersebut semakin diminati, terutama oleh masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani perbankan.

        "Namun, pertumbuhan pinjaman daring tidak semata-mata berarti masyarakat sedang kesulitan. Sebagian juga mencerminkan makin luasnya akses keuangan digital, proses pencairan yang cepat, dan kebutuhan pembiayaan kecil yang belum sepenuhnya dilayani bank," katanya.

        Baca Juga: 'Sempat Terlilit Pinjol', Polisi Ungkap Pengakuan Pelaku Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah

        Baca Juga: OJK Sikat 951 Pinjol Ilegal dalam Enam Bulan

        Baca Juga: OJK Jatuhkan Sanksi ke Puluhan Pelaku Industri Pembiayaan dan Pinjol, Ini Sebabnya

        Meski kualitas pembiayaan membaik, Josua mengingatkan risiko terhadap kesehatan keuangan rumah tangga tetap perlu diwaspadai apabila pinjaman daring digunakan secara berulang untuk membiayai konsumsi, bukan kegiatan produktif.

        "Masalahnya, jika pinjaman daring lebih banyak dipakai untuk konsumsi berulang, bukan kebutuhan produktif, maka risikonya adalah gali lubang tutup lubang. Ini dapat memperburuk kesehatan keuangan rumah tangga, terutama jika bunga, biaya layanan, dan denda tidak dipahami dengan baik," ujarnya.

        Karena itu, ia menilai penguatan pengawasan terhadap industri pindar tetap diperlukan agar pertumbuhan pembiayaan digital berjalan seiring dengan perlindungan konsumen. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan juga menjadi faktor penting agar masyarakat menggunakan pembiayaan secara bijak dan sesuai kemampuan membayar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: