Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dedi Mulyadi Siapkan Kerja dan Rp10 Juta untuk Security MRT Korban Intimidasi

        Dedi Mulyadi Siapkan Kerja dan Rp10 Juta untuk Security MRT Korban Intimidasi Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tawaran mengejutkan kepada Fiktor Harefa (27), security proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Tawaran itu diberikan setelah Fiktor mengaku mengalami intimidasi dari oknum aparat saat menjalankan tugas.

        Fiktor sebelumnya menjadi perhatian setelah memberanikan diri menegur pengemudi mobil Alphard yang menerobos lampu merah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Pertemuan dengan Dedi kemudian menjadi kesempatan bagi Fiktor untuk menyampaikan keinginannya kembali bekerja di Bandung.

        Fiktor diketahui memiliki KTP Bandung dan berdomisili di kawasan Pasteur. Ia mengaku ingin melanjutkan profesinya sebagai petugas keamanan tetapi tidak ingin kembali bekerja di Jakarta.

        "Saya penginnya balik lagi ke Bandung, Pak, kerja di sini," ungkap Fiktor Harefa.

        Mendengar keinginan tersebut, Dedi langsung menawarkan pekerjaan kepada Fiktor. Ia menawarkan posisi security di Gedung Sate dengan besaran upah yang disebut setara UMK.

        "Mau enggak jadi sekuriti di Bandung? Misalnya di Gedung Sate, kan sama juga UMK-nya. Mau?" kata Dedi Mulyadi.

        Fiktor langsung menerima tawaran tersebut. Ia menjawab singkat ketika ditanya kesediaannya bekerja sebagai security di Bandung.

        "Mau," jawab Fiktor Harefa.

        Dedi juga meminta Fiktor tidak takut menjalani pekerjaan barunya di Bandung. Ia mengingatkan Fiktor agar tetap tegar apabila kembali menghadapi tekanan dari oknum aparat.

        "Ya sudah, nanti jadi sekuriti di Bandung saja. Kemudian yakin bahwa jajaran Polda Jabar akan memproses anggotanya yang bersalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di UU Kepolisian," kata Dedi Mulyadi.

        Dedi menyebut persoalan antara Fiktor dan oknum aparat sebelumnya telah diselesaikan secara kekeluargaan di Polres Metro Menteng. Meski demikian, ia meminta proses disiplin internal terhadap anggota kepolisian yang diduga melakukan pelanggaran tetap berjalan.

        "Tapi nanti kalau ada tekanan dari oknum aparat jangan nangis, harus tegar. Bilang 'Saya anak buahnya Pak Dedi gitu'. Orang Nias kan petani," ucap Dedi Mulyadi.

        Tidak berhenti pada tawaran pekerjaan, Dedi juga memberikan bantuan tempat tinggal kepada Fiktor. Ia menyatakan akan menanggung biaya kontrakan Fiktor selama satu tahun setelah pindah bekerja ke Bandung.

        Baca Juga: Polisi Naik Alphard Terobos Lampu Penyeberangan dan Intimidasi Satpam, Dedi Mulyadi Apresiasi Sanksi Kapolda Jabar

        "Biaya kontrakannya selama setahun nanti saya bayarin duluan. Saya kasih Rp10 juta buat kontrakan, cukup kan? Berarti ngundurin diri dulu dari sana, kemudian kerja di Bandung," kata Dedi Mulyadi.

        Dedi berharap bantuan tersebut membuat Fiktor dapat kembali bekerja dengan tenang di daerah asalnya. Ia juga meminta Fiktor tidak kehilangan keberanian setelah mengalami kejadian yang membuatnya trauma saat bekerja di Jakarta.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: