- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
TINS Raup Laba Rp2,71 Triliun di Semester I 2026, Lampaui Target Setahun
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut telah melampaui target laba bersih sepanjang 2026 yang dipatok Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target tahunan, ditopang lonjakan pendapatan, kenaikan harga timah dunia, dan peningkatan volume penjualan.
Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp10,42 triliun pada semester I 2026, melonjak 247% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,22 triliun.
Sejalan dengan itu, laba usaha naik menjadi Rp3,48 triliun dari Rp380 miliar, sementara EBITDA meningkat 363% menjadi Rp3,90 triliun dari Rp840 miliar pada semester I 2025.
Dari sisi neraca, total aset TINS meningkat 21% menjadi Rp16,45 triliun hingga akhir Juni 2026, dibandingkan Rp13,64 triliun pada akhir 2025.
Ekuitas juga tumbuh 25% menjadi Rp10,55 triliun, sedangkan liabilitas naik 13% menjadi Rp5,90 triliun.
Kinerja tersebut didukung peningkatan signifikan pada sisi operasional. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn atau naik 75% dibandingkan semester I 2025 sebesar 6.997 ton Sn.
Sementara itu, produksi logam timah meningkat 58% menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan penjualan logam timah melonjak 85% menjadi 10.984 metrik ton.
Di saat yang sama, harga jual rata-rata logam timah ikut terdongkrak menjadi US$49.794 per metrik ton, meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya seiring masih kuatnya harga timah di pasar global.
Perseroan mencatat, pasar ekspor masih mendominasi penjualan dengan kontribusi 97%, sementara pasar domestik sebesar 3%.
China menjadi tujuan ekspor terbesar dengan porsi 36%, disusul India 12%, Korea Selatan 11%, Singapura 6%, Belanda 5%, dan Italia 5%.
Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, mengatakan capaian semester I menunjukkan strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan perseroan berhasil menghasilkan pertumbuhan berkualitas di tengah dinamika industri global.
Baca Juga: 28 Tahun Menanti, Tambang Seng dan Timah Hitam di Sumut Segera Berproduksi
Baca Juga: DPM Siap Tambang Anjing Hitam 2028, Simpan Cadangan Seng dan Timah 7,7 Juta Ton
"Kinerja Perseroan pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi transformasi operasional dan bisnis yang dijalankan Perseroan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas di tengah dinamika industri global. Peningkatan produktivitas, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta optimalisasi operasi menjadi faktor utama yang mendorong pencapaian tersebut," kata Restu Widiyantoro dalam keterangan resemi, Rabu (29/7/2026).m
Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: