Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rugi AirAsia Indonesia Bengkak Jadi Rp1,45 Triliun, Beban Bahan Bakar dan Kurs Jadi Biang Kerok

        Rugi AirAsia Indonesia Bengkak Jadi Rp1,45 Triliun, Beban Bahan Bakar dan Kurs Jadi Biang Kerok Kredit Foto: Antara/Irwansyah Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mencatatkan rugi bersih Rp1,45 triliun pada semester I-2026, melonjak 85,95% dari porsi Rp787,71 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

        Berdasarkan laporan keuangan perseroan di BEI, Rabu (29/7/2026), keadaan rugi tersebut membuat rugi per saham dasar perseroan meningkat menjadi Rp135,56 dari sebelumnya Rp73,72.

        Dari sisi pendapatan usaha juga mengalami penurunan tipis, dari Rp3,97 triliun menjadi Rp3,9 triliun. Di sisi lain, total beban usaha meningkat menjadi Rp4,83 triliun, dibandingkan Rp4,5 triliun pada tahun sebelumnya.

        Kenaikan biaya terutama dipicu oleh beban bahan bakar yang melonjak menjadi Rp1,99 triliun dari Rp1,58 triliun. Sedangkan beban perbaikan dan pemeliharaan turun menjadi Rp851,85 miliar, sedangkan biaya pelayanan pesawat dan penerbangan juga menurun menjadi Rp396,62 miliar.

        Air Asia juga terbebani oleh rugi selisih kurs dari aktivitas operasional yang melonjak menjadi Rp447,95 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp28,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Akibatnya, rugi usaha membengkak menjadi Rp922,27 miliar, dari sebelumnya Rp529,46 miliar.

        Baca Juga: Emiten Milik Dato Sri Tahir Rugi Rp16,21 Miliar pada Semester I-2026

        Baca Juga: Bukalapak Berbalik Rugi Rp820 Miliar pada Semester I-2026, dari Sebelumnya Laba

        Baca Juga: ANTV Nunggak Pembayaran Honor Artis, Emiten Media Grup Bakrie Masih Bergelut dengan Kerugian

        Selain itu, rugi selisih kurs dari aktivitas pendanaan ikut meningkat tajam menjadi Rp322,84 miliar, meski beban keuangan turun menjadi Rp204,31 miliar dari Rp228,28 miliar.

        Dari sisi neraca, kondisi keuangan perseroan masih menghadapi tekanan. Total aset Air Asia turun menjadi Rp4,73 triliun pada akhir Juni 2026, dari porsi Rp5,05 triliun pada akhir 2025. Sedangkan total liabilitas menjadi Rp16,91 triliun dan defisiensi modal menjadi Rp12,18 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: