Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tunggakan MBG Rp1,6 Triliun Belum Dibayar, BGN Tunggu Audit Rampung

        Tunggakan MBG Rp1,6 Triliun Belum Dibayar, BGN Tunggu Audit Rampung Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Gizi Nasional (BGN) masih memiliki tunggakan sebesar Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono memastikan persoalan tersebut akan diselesaikan sesuai mekanisme setelah proses audit selesai.

        Sudaryono mengatakan pembayaran belum dapat dilakukan sebelum proses pemeriksaan rampung. Saat ini, persoalan tunggakan tersebut masih berada dalam ranah auditor.

        "Mengenai tunggakan ini ranah dari auditor, sedang diaudit. Manakala clean and clear ya saya kira dibayar. Semuanya trust in system, tidak trust in person," kata Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

        Sudaryono menegaskan dirinya tidak ingin mengambil keputusan pembayaran berdasarkan pertimbangan pribadi. Menurut dia, setiap tagihan harus melalui mekanisme dan sistem yang telah ditetapkan.

        Ia juga menyinggung Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari yang sebelumnya berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kehadiran Arumsari disebut membantu memastikan penyelesaian persoalan berjalan sesuai prosedur.

        "Berdasarkan sistem. Kebetulan Bu Waka saya, Bu Arumsari, kiriman dari BPKP. Kita ingin yang sah, yang bagus, yang benar sesuai dengan mekanisme, mana itu yang kita selesaikan. Saya kira no issue, tidak ada masalah," ujarnya.

        Meski menunggu hasil audit, Sudaryono tidak ingin penyelesaian masalah internal BGN berjalan berlarut-larut. Sebab, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan penerima manfaat program MBG.

        Baca Juga: MBG Bakal Menyasar Ibu Hamil, 128.000 Tim Pendamping Disiapkan Pemerintah

        Sudaryono mengatakan waktu menjadi tantangan utama BGN dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Anak-anak dan ibu hamil yang menjadi penerima manfaat tidak boleh terdampak oleh persoalan administratif.

        "Kompetitor utama kami ini adalah waktu. We are racing against time. Jadi kita sedang berlomba dengan waktu bagaimana semua persoalan bisa kita selesaikan segera satu per satu," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: