Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Trump Batalkan Serangan, Hormuz Masih Ditutup

        Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Trump Batalkan Serangan, Hormuz Masih Ditutup Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Teheran meminta penghentian rencana serangan militer AS. Iran juga menegaskan hingga kini belum ada kesepakatan apa pun terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

        Sebelumnya, Trump mengklaim membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari Teheran dan sejumlah negara di Timur Tengah. Ia juga menyebut kerangka kesepakatan telah disetujui, termasuk pembukaan penuh Selat Hormuz dan berakhirnya ancaman program nuklir Iran.

        Sejumlah pejabat militer Iran membantah keras pernyataan tersebut. Mereka menilai klaim Trump hanya merupakan upaya menekan negara-negara Teluk melalui ancaman.

        "Klaim Trump bahwa Iran meminta agar serangan dihentikan hanyalah sebuah kebohongan lainnya, dan upaya putus asa untuk memeras para penguasa Teluk, serta menekan mereka melalui ancaman," demikian pernyataan para pejabat Iran yang dikutip Mehr News Agency, Minggu (2/8/2026).

        Iran juga memastikan seluruh kekuatan militernya tetap berada dalam kondisi siaga penuh. Para pejabat menegaskan pasukan siap menghadapi segala kemungkinan apabila konflik kembali meningkat.

        "Jika konfrontasi tak terelakkan, medan pertempuran akan menjadi penentu," kata para pejabat senior Iran.

        "Pada tahap itu, semua pihak akan memahami siapa yang memegang kendali dan siapa yang akan mengambil keputusan akhir," tegas para pejabat senior Iran.

        Secara terpisah, sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran turut membantah kabar mengenai tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan menyusul klaim Trump terkait hasil pembicaraan dengan Teheran.

        "Belum ada kesepakatan yang dicapai mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz," ujar sumber tersebut kepada Fars News Agency.

        Baca Juga: Iran ke Amerika Serikat: Cukup Penuhi Janji yang Sudah Ditandatangani

        Sumber militer Iran juga menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat masih melakukan tindakan yang dianggap bermusuhan. Menurutnya, kapal hanya diperbolehkan melintas melalui jalur yang telah ditentukan dengan izin dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

        Sebelumnya, Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer AS terhadap Iran yang disebut akan dilakukan bersama Israel. Presiden AS itu mengklaim keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan dari Iran dan negara-negara Timur Tengah untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan damai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: