- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Ditutup Menguat 1,37% ke Level 6.319, Transaksi Tembus Rp12,86 Triliun
Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (4/8/2026) di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 85,11 poin atau 1,37% ke level 6.319,61.
Penguatan indeks didukung aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Sepanjang sesi, nilai transaksi mencapai Rp12,86 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 33,20 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2.121.548 transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp11.054,62 triliun.
Pergerakan saham juga didominasi penguatan. Sebanyak 399 saham ditutup menguat, 295 saham melemah, dan 170 saham bergerak stagnan.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut hingga menguji level 6.300. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak di kisaran support 6.180, pivot 6.230, dan resistance 6.300.
"IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound dan menguji area resistance di kisaran 6.250-6.300," tulis Phintraco Sekuritas.
Optimisme tersebut didukung indikator teknikal yang masih positif. Meski IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis 0,03%, indikator Stochastic RSI telah berbalik naik (reversal), sementara histogram MACD masih berada di area positif.
Dari sisi fundamental, sentimen pasar juga ditopang oleh membaiknya kondisi ekonomi domestik. PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni, menjadi level tertinggi sejak Februari 2026 sekaligus menandakan sektor manufaktur kembali berekspansi setelah empat bulan mengalami kontraksi.
Selain itu, defisit neraca perdagangan Indonesia menyusut menjadi US$0,45 miliar pada Juni 2026, lebih baik dibandingkan defisit US$1,61 miliar pada Mei. Kinerja ekspor berbalik tumbuh 8,84% secara tahunan atau year on year (yoy) setelah sebelumnya terkontraksi 5,73%, meski impor juga meningkat 34,27% (yoy).
Baca Juga: Ramai Isu BI Masuk Kemenkeu, Purbaya Tegaskan Pemerintah Fokus Perkuat Sinergi
Baca Juga: IHSG Dibuka Naik ke 6.260, Penguatan Ditopang 322 Saham
Baca Juga: Demutualisasi BEI Masuk Babak Akhir, OJK Bidik Rampung September
Tekanan inflasi pun mulai mereda. Inflasi tahunan pada Juli 2026 turun menjadi 2,88% (yoy) dari 3,34% (yoy)pada Juni, seiring terjadinya deflasi bulanan sebesar 0,14% yang dipicu turunnya harga pangan saat musim panen raya.
Phintraco Sekuritas memperkirakan tren inflasi yang lebih rendah masih akan berlanjut pada Agustus 2026, didukung penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berpotensi menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: