Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung diproyeksikan menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja selama masa konstruksi.
Proyek senilai sekitar Rp7,2 triliun tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat pasokan listrik dan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Jawa Barat.
PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dengan kapasitas pembangkit mencapai 40,79 megawatt (MW). Fasilitas itu juga dirancang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari yang berasal dari enam kabupaten dan kota di kawasan Bandung Raya menjadi energi listrik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pembangunan infrastruktur energi seperti PSEL Legok Nangka memberikan efek berganda bagi perekonomian.
Menurutnya, investasi di sektor energi tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau kita berinvestasi membangun jaringan listrik, manfaat ekonominya jauh lebih besar karena akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pajak, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Karena itu saya ingin memasukkan pembangunan infrastruktur energi sebagai bagian dari investasi daerah," ujar Dedi, Kamis (6/9/2026)
Selain menghasilkan listrik, PSEL Legok Nangka akan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di Jawa Barat. Pengolahan sekitar 2.000 ton sampah setiap hari menjadi energi listrik diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung transisi menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna berharap pembangunan PSEL Legok Nangka dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaat ekonomi, penyediaan energi, dan pengelolaan sampah segera dirasakan masyarakat.
Buky menegaskan seluruh pihak yang terlibat harus menjaga komitmen agar proyek strategis tersebut berjalan sesuai target.
"Ya kita pasti berharap pelaksanaan sesuai dengan timeline. Mudah-mudahan waktunya tidak molor," kata Buky.
Baca Juga: PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Pengelolaan Sampah PSEL Legok Nangka
Baca Juga: PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka hingga 2049
Keberhasilan penyelesaian proyek tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari investor dan pelaksana pembangunan.
Ia menambahkan dengan nilai investasi yang mencapai Rp7,2 triliun, PSEL Legok Nangka diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang memperkuat ketahanan energi, memperbaiki tata kelola sampah di Bandung Raya, serta menciptakan ribuan peluang kerja yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
"Dibutuhkan komitmen yang kuat dari semua pihak, terutama dari pihak investor dan pelaksana pembangunan ini," pungkasnya
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: