Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Respon China Usai Utang Whoosh Segera Diambil Alih Kementerian Keuangan

        Respon China Usai Utang Whoosh Segera Diambil Alih Kementerian Keuangan Kredit Foto: Rena Laila Wuri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah memastikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) mendapat respons positif dari pihak China. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa penyelesaian pembiayaan proyek strategis nasional itu memasuki tahap yang lebih pasti.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan komunikasi mengenai skema penyelesaian utang sudah dilakukan dengan mitra China. Menurutnya, respons yang diberikan berjalan baik sehingga proses restrukturisasi dapat dilanjutkan.

        "Ya, kalau penyelesaian selalu baik," ujar Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

        Pemerintah sebelumnya telah menggelar rapat lintas kementerian bersama Danantara untuk membahas penyelesaian pembiayaan proyek Whoosh. Salah satu poin utama yang disepakati adalah pengalihan pengelolaan restrukturisasi ke Kementerian Keuangan.

        Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku telah memperoleh penjelasan langsung dari CEO Danantara Rosan Roeslani dan COO Danantara Dony Oskaria mengenai skema tersebut. Ia menyebut pembahasan berjalan secara menyeluruh.

        "Tadi saya juga bicara dan bertanya sekaligus bagaimana kita ingin menyelesaikan urusan kereta cepat, restrukturisasi keuangan dan sudah dijelaskan tadi oleh CEO maupun COO Danantara," kata AHY.

        Menurut AHY, pemerintah telah mencapai kesepakatan bahwa restrukturisasi pembiayaan KCIC akan ditangani oleh Kementerian Keuangan. Skema itu sejalan dengan penjelasan yang sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

        "Sudah disepakati nanti pada saatnya akan seperti yang kemarin juga teman-teman sudah mendengarkan dari Menteri Keuangan terkait dengan restrukturisasi keuangan KCIC," ujarnya.

        Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa mekanisme teknis penyelesaian utang akan diatur oleh Kementerian Keuangan. Ia belum merinci apakah proses tersebut nantinya melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

        "Yang akan menanggung adalah dari Kementerian Keuangan. Skemanya nanti Pak Purbaya yang ngatur," kata Prasetyo.

        Baca Juga: Purbaya Tunda Pungutan Pajak UMKM via E-Commerce, Ini Alasannya

        Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan dialihkan ke Kementerian Keuangan. Proses pengambilalihan tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026.

        Dengan skema baru itu, kepemilikan Indonesia di KCIC tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan. Adapun KCIC merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium perusahaan China.

        Komposisi kepemilikan saham KCIC tetap tidak berubah, yakni 60 persen dimiliki pihak Indonesia dan 40 persen dimiliki konsorsium China. Perbedaannya, porsi saham Indonesia nantinya akan dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan sebagai bagian dari penyelesaian restrukturisasi pembiayaan proyek Whoosh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: