Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Universitas Esa Unggul resmi membuka Fakultas Kedokteran dan mulai merekrut mahasiswa baru pada tahun ini. Dalam penyelenggaraan pendidikan, fakultas tersebut akan didampingi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui program pengampuan untuk memastikan proses pendidikan berjalan sesuai Standar Nasional Pendidikan Kedokteran.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua institusi pada Jumat (7/8/2026). Program pengampuan mencakup pendampingan penyusunan kurikulum, penguatan tenaga pendidik, tata kelola akademik, hingga pelaksanaan pendidikan profesi dokter.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A., Subsp.HO(K), mengatakan kerja sama tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah berlangsung sejak 2014. Menurut dia, FKUI akan mendampingi Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul sejak penerimaan mahasiswa hingga menghasilkan lulusan.
"Akhirnya kita menyampaikan kepada publik bahwa kita siap membantu FK Universitas Esa Unggul untuk mendidik mahasiswa baru dan kita akan mendampingi sampai nanti ada lulusan," kata Murti selepas penandatanganan PKS di UI Salemba, Jakarta.
Ia mengatakan, setelah penandatanganan kerja sama, tahapan berikutnya adalah seleksi mahasiswa baru. Hingga saat ini, sekitar 100 calon mahasiswa telah mendaftar untuk mengikuti proses seleksi di Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul.
Murti menjelaskan, pada tahap awal FKUI akan memberikan pendampingan terutama pada pendidikan dasar kedokteran (basic medical science).
Tim medical education FKUI akan melakukan supervisi terhadap proses pembelajaran sambil memperkuat kapasitas dosen Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul agar dapat mengajar secara mandiri.
"Prinsipnya ada dosen yang memang berasal dari Universitas Esa Unggul, tetapi untuk beberapa tenaga pendidik yang perlu supervisi, kami akan membantu dari tim medical education, terutama untuk pendidikan dasar kedokteran," ujarnya.
Menurut Murti, keberhasilan program pengampuan tidak hanya diukur dari penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga dari kemampuan Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul menjalankan tata kelola akademik secara mandiri dengan lulusan yang memenuhi standar kompetensi dokter nasional.
Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja mengatakan pembukaan Fakultas Kedokteran melengkapi ekosistem pendidikan kesehatan yang telah dimiliki universitas.
Selama ini, Esa Unggul telah menyelenggarakan berbagai program studi bidang kesehatan, seperti keperawatan, fisioterapi, farmasi, ilmu gizi, administrasi rumah sakit, hingga manajemen informasi kesehatan.
Menurut Arief, universitas saat ini telah bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan milik pemerintah sebagai wahana pendidikan klinik. Sementara itu, dalam lima hingga enam tahun mendatang, Esa Unggul menargetkan memiliki rumah sakit pendidikan sendiri.
Baca Juga: Lewat PYP 2026, Pertamina Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Transisi Energi Hingga ke Pelosok
Baca Juga: BSI Buka Beasiswa Afirmasi 2026, Mahasiswa D3 dan S1 Bisa Dapat Bantuan UKT hingga Rp6 Juta
"Kita sekarang dalam rangka kerja sama dengan rumah sakit pendidikan pemerintah. Tapi dalam waktu lima sampai enam tahun ke depan kita akan mempersiapkan rumah sakit kita sendiri. Lokasi juga sudah kami siapkan," kata Arief.
Melalui program pengampuan tersebut, FKUI akan mendampingi Fakultas Kedokteran Universitas Esa Unggul melalui tiga tahapan, yakni persiapan, penyelenggaraan, serta pengembangan dan pembinaan.
Pendampingan dilakukan hingga fakultas tersebut dinilai mampu menyelenggarakan pendidikan kedokteran secara mandiri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: