Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tramadol Jadi ‘Bahan Bakar’ Begal? Dedi Mulyadi Bongkar Akar Kejahatan Jalanan

        Tramadol Jadi ‘Bahan Bakar’ Begal? Dedi Mulyadi Bongkar Akar Kejahatan Jalanan Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa obat Tramadol menjadi salah satu pemicu maraknya tindak kekerasan, khususnya di jalanan.

        Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan peredaran obat tersebut berlangsung bebas dan ilegal, serta mendorong warga agar berani melawan tanpa rasa takut.

        "Masa banyak orang justru takut kepada orang yang menjual Tramadol? Itu kan aneh. Menurut saya, tidak boleh ada rasa takut lagi," kata Dedi pada wartawan, dikutip Jumat (7/8.)

        Untuk menekan peredaran, Dedi berencana berkoordinasi langsung dengan Kapolda Jabar. Operasi akan digelar secara masif hingga ke tingkat desa dan kelurahan, dengan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas agar pengawasan benar-benar menyentuh akar persoalan.

        "Saya nanti hari Jumat ya dengan Pak Kapolda akan berkoordinasi dan kemudian nanti gerakannya itu sampai desa dan kelurahan. Kita fungsikan aja Babinsa dan Babinkamtibmas untuk operasi di daerahnya masing-masing," ujar Dedi.

        Menurutnya, pemberantasan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Keberanian warga untuk melawan juga menjadi kunci. Ia mencontohkan kasus begal di Jawa Barat, ketika aparat bertindak konsisten dan masyarakat tak lagi diliputi rasa takut, angka kejahatan pun menurun.

        "Seperti begal, sekarang rasa takut masyarakat sudah hilang dan kasusnya mulai berkurang. Tramadol juga harus begitu. Ketika para pelakunya yang merasa takut, mereka akan berhenti beroperasi, bahkan meninggalkan Jawa Barat," tegasnya.

        Dalam rapat paripurna DPRD Jabar, Dedi mengungkapkan bahwa penyalahgunaan Tramadol turut memicu aksi kriminal seperti tawuran, begal, hingga penganiayaan. Ia menyoroti kasus di Karawang, di mana rumah kontrakan seorang polisi diserang setelah melakukan razia. Peristiwa itu menunjukkan jaringan pengedar semakin nekat.

        Baca Juga: Dihujani Kritik, Dedi Mulyadi: Saya Tidak Pernah Berubah, yang Berubah Hanya Satu...

        Dedi menekankan, masalah ini bukan sekadar isu politik, melainkan menyangkut masa depan generasi muda. Dampak Tramadol terhadap mental dan fungsi otak, menurutnya, bisa berujung pada meningkatnya tindak kekerasan.

        "Kita tidak bicara sisi politik mari kita bicara sisi kemanusiaan, sisi kepentingan dan sisi masa depan," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: