Kredit Foto: Andi Hidayat
Pegiat media sosial Chusnul Chotimah mengungkapkan alasan safari politik mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mendapat protes keras seperti yang dialami Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Chusnul, safari politik Anies tidak diprotes karena ia tidak pernah menyatakan akan kembali menjadi warga biasa setelah tak lagi menjabat.
Hal ini disampaikan Chusnul menanggapi kelompok pendukung Jokowi yang disebutnya sebagai Termul atau Ternak Mulyono.
"Anies safari politik, termul ga terima, katanya Anies safari politik kok ga ada yang protes ya.. Termul lupa kalo Anies ga pernah bikin pernyataan, saya akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (10/8).
Ia menambahkan, jika Anies kembali dengan ambisi menjadi capres, hal itu bukanlah kesalahan. "Saya ga bela Anies, cuma betulkan cara berpikir termul yang otaknya cuma 1,9%," tandasnya.
Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno menilai Anies melakukan dua aktivitas sosial dan politik setelah kalah di Pilpres 2024.
Aktivitas pertama, menurut Adi, adalah Anies yang aktif mengisi forum diskusi publik, baik di perguruan tinggi negeri maupun forum internasional.
"Dan itu adalah sesuai dengan style politik Pak Anies Baswedan yang memang berlatar belakang intelektual besar di dunia kampus, pernah jadi rektor," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Jumat (7/8).
Adi menambahkan, wajar jika publik melihat Anies banyak hadir dalam forum-forum diskusi, baik yang dilaksanakan oleh kampus maupun non-kampus, di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Meroket, Anies Bertahan di Tiga Besar
Aktivitas kedua adalah membangun sejumlah jembatan yang disebut Jembatan Titian Persatuan di berbagai daerah. Menurut Adi, hal ini dianggap publik sebagai tindakan politik nyata dan partisipatoris.
"Beberapa waktu yang lalu kalau tidak salah Pak Anies Baswedan juga sempat meresmikan jembatan yang ada di Pandeglang di Banten sana. Kemudian di Karangtengah di Jawa Tengah, kemudian ada di Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu," ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: