Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas di Level 6.300-6.450, 5 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan

        IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas di Level 6.300-6.450, 5 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways dengan rentang 6.300 hingga 6.450.

        Proyeksi tersebut menyusul pelemahan IHSG pada perdagangan sebelumnya. Indeks ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37, setelah sempat menguat pada awal perdagangan.

        Pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk perkembangan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Sentimen tersebut sebelumnya mendorong penguatan nilai tukar rupiah, tetapi belum cukup kuat untuk menopang pergerakan IHSG.

        Dari sisi teknikal, potensi konsolidasi IHSG tercermin dari sejumlah indikator. Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought, sementara histogram positif pada indikator MACD mulai menyempit.

        Phintraco Sekuritas menilai kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan IHSG mulai melemah. Oleh karena itu, indeks diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif dalam perdagangan hari ini.

        "Dengan demikian, IHSG hari ini akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

        Selain sentimen pasar, investor juga mencermati perkembangan tingkat keyakinan konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat menurun selama tiga bulan berturut-turut hingga Juli 2026.

        Pada Juli 2026, IKK berada di level 116,8, turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini menjadi 107,9 dan Indeks Ekspektasi Konsumen menjadi 125,7.

        Meski menurun, Phintraco Sekuritas menilai tingkat keyakinan konsumen masih berada di zona optimistis. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli dan ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian masih relatif terjaga.

        Sementara itu, sektor otomotif memberikan sinyal positif. Penjualan sepeda motor domestik pada Juli 2026 tercatat melonjak 8,3% secara tahunan menjadi sekitar 636 ribu unit.

        Baca Juga: Masjid Istiqlal Ingin Kembangkan Wakaf Produktif Melalui Pasar Modal, Ini Kata BEI dan OJK

        Baca Juga: OJK Resmi Tunjuk Alex Widi Kristiono sebagai Calon Komisaris Pengganti BEI

        Baca Juga: Ditunggu 15 Tahun, ETF Emas Akhirnya Resmi Melantai di BEI

        Capaian tersebut menjadi penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober 2014. Secara kumulatif, penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 3,77 juta unit, tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        "Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor sepanjang 2026 relatif stabil di kisaran 6,4 juta-6,7 juta unit," ungkap Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

        Di tengah proyeksi IHSG yang masih bergerak sideways, Phintraco Sekuritas tetap melihat peluang pada sejumlah saham.

        Lima saham yang direkomendasikan untuk dicermati investor adalah HRUM, ESSA, ADRO, AADI, dan MYOR. Kelima saham tersebut dinilai menarik untuk diperhatikan di tengah kondisi pasar yang diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: