Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kushner Tuduh Netanyahu Hambat Rencana Damai Gaza

        Kushner Tuduh Netanyahu Hambat Rencana Damai Gaza Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perbedaan pandangan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus salah satu penasihatnya, dilaporkan semakin tajam. Keduanya bersitegang terkait rencana Amerika Serikat mengenai tata kelola Jalur Gaza setelah perang berakhir.

        Ketegangan tersebut muncul ketika AS bersama sejumlah mitra regional dan internasional tengah menyusun roadmap untuk membawa Gaza memasuki fase pascaperang. Namun, Netanyahu dilaporkan menolak pengaturan politik maupun administratif baru sebelum Israel memperoleh jaminan keamanan yang dianggap memadai.

        Laporan Channel 14, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (11/8/2026), menyebut diskusi antara Kushner dan Netanyahu semakin memanas dalam beberapa hari terakhir. Kushner bahkan disebut secara langsung menuding Netanyahu sebagai pihak yang menghambat pelaksanaan rencana yang didukung pemerintah AS.

        Rencana tersebut pada dasarnya mendorong langkah praktis untuk segera mengalihkan Gaza menuju fase baru setelah perang. Tata kelola, rekonstruksi, dan pengaturan politik pascaperang menjadi bagian penting dari pembahasan yang melibatkan berbagai pihak.

        Namun, Netanyahu memiliki prioritas berbeda. PM Israel itu disebut bersikeras bahwa setiap pembahasan mengenai masa depan pemerintahan Gaza harus didahului pemenuhan tuntutan keamanan Israel.

        Syarat utama yang diajukan Netanyahu adalah demiliterisasi total Jalur Gaza. Israel menginginkan seluruh persenjataan serta infrastruktur militer yang dikuasai kelompok-kelompok Palestina diserahkan dan disingkirkan dari wilayah tersebut.

        Sikap itu membuat roadmap yang sedang disusun AS menghadapi persoalan. Di satu sisi, Washington dan mitranya mendorong transisi pascaperang agar segera dimulai, sementara di sisi lain Israel menilai langkah tersebut tidak dapat dilakukan sebelum persoalan keamanan diselesaikan.

        Netanyahu dilaporkan menyampaikan kepada Kushner bahwa Israel tidak akan menerima formula apa pun terkait pengelolaan maupun restrukturisasi Gaza sebelum tujuan demiliterisasi tercapai. Dengan demikian, agenda politik dan administratif harus menunggu sampai tuntutan keamanan Israel terpenuhi.

        Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan pendekatan antara AS dan pemerintah Israel. Washington disebut ingin mendorong pengaturan pascaperang secara lebih cepat, sedangkan Netanyahu menempatkan jaminan keamanan sebagai syarat utama sebelum proses tersebut dapat berjalan.

        Baca Juga: Netanyahu Ngotot Tolak Rencana Damai Gaza, Trump: Hubungan Kami...

        Perselisihan ini menjadi penting karena AS sedang berupaya membangun kerangka kerja yang dapat menjadi dasar tata kelola dan rekonstruksi Gaza. Dukungan dari mitra regional dan internasional juga diperlukan agar rencana tersebut dapat diterapkan di lapangan.

        Bagi Netanyahu, keberhasilan pengaturan pascaperang tidak hanya ditentukan oleh desain politik atau administratif. Selama masih ada persenjataan dan infrastruktur militer kelompok Palestina di Gaza, Israel menilai ancaman keamanan belum benar-benar berakhir.

        Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari otoritas Amerika Serikat maupun Israel mengenai laporan mengenai ketegangan antara Kushner dan Netanyahu tersebut. Karena itu, rincian mengenai roadmap pascaperang Gaza dan kemungkinan implementasinya masih menunggu perkembangan berikutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: