Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hadiah Sayembara Ijazah SMA Gibran Sekarang Naik Jadi Rp250 Juta, Denny Indrayana Bentuk Gerakan GIBRAN

        Hadiah Sayembara Ijazah SMA Gibran Sekarang Naik Jadi Rp250 Juta, Denny Indrayana Bentuk Gerakan GIBRAN Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana menyebut hadiah dalam sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini mencapai Rp250 juta. Nilai hadiah tersebut meningkat dari sebelumnya Rp100 juta.

        Denny juga menamakan aksi tersebut sebagai GIBRAN, singkatan dari **Gerakan Ijazah Berintegritas Rakyat Tunjukkan.

        Hal itu disampaikan Denny saat menyampaikan pandangannya terkait polemik dokumen pendidikan Gibran. Menurut dia, ijazah SMA menjadi salah satu dokumen yang berkaitan dengan persyaratan pencalonan sebagai wakil presiden.

        “Jika tidak ada ijazah SMAnya, Mas Gibran tidak memenuhi syarat menjadi Wapres, dan sebaiknya mengundurkan diri,” kata Denny.

        Denny menilai persyaratan pendidikan untuk calon wakil presiden harus dipenuhi. Karena itu, ia mendorong agar dokumen ijazah SMA Gibran ditunjukkan untuk menjawab polemik yang berkembang.

        “Itu salah satu syarat maju jadi cawapres. Kalau itu enggak terpenuhi, sebaiknya mundur,” ujarnya.

        Menurut Denny, sayembara tersebut merupakan bagian dari upayanya mengadvokasi persoalan yang berkaitan dengan persyaratan pencalonan Gibran.

        Ia mengaku menyadari sikapnya dapat menuai kritik dari berbagai pihak. Denny bahkan menyebut adanya risiko menghadapi serangan dari pihak yang tidak sependapat dengan dirinya.

        “Saya mengadvokasi ini, saya tahu termul dan buzzer berisik. Itulah risikonya, republik anti kritik dan republik londo ireng,” kata Denny.

        Meski demikian, Denny mengatakan akan tetap menyampaikan pandangannya terkait persoalan tersebut. Ia menyatakan tidak akan berhenti meski menghadapi risiko akibat sikapnya.

        “Saya tetap berjuang, sampaikan walaupun ada risikonya. Terus maju berjuang menyampaikan satu ayat, apa pun risikonya,” ujarnya.

        Denny kemudian mengutip ungkapan dari Novel Baswedan, “takut tidak memperpanjang umur, berani tidak memperpendek umur,” sebagai penegasan sikapnya untuk tetap menyuarakan persoalan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: