- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Danantara Siapkan DDMF untuk Bangun Giant Sea Wall Pantura, Ditargetkan Rampung 8 Tahun
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sedang menyiapkan Danantara Development Management Fund (DDMF) untuk menjadi instrumen pembiayaan proyek-proyek strategis jangka panjang Indonesia yang belum menarik bagi investasi komersial jangka pendek. Salah satu proyek yang menjadi prioritas adalah pembangunan Giant Sea Wall di pantai utara (Pantura) Jawa.
DDMF diperkenalkan sebagai bagian dari strategi Danantara untuk menempatkan dana kedaulatan Indonesia pada proyek yang dinilai penting bagi pembangunan dan kapasitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.
"Danantara adalah dana kedaulatan kita. Danantara harus menjadi pembangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna RAPBN Tahun 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dia mengatakan, DDMF dirancang untuk menyiapkan, mengembangkan, sekaligus membiayai proyek strategis yang memiliki nilai transformasional, tetapi belum dapat mengandalkan pembiayaan dari investasi komersial jangka pendek.
Melalui skema tersebut, dana kedaulatan Indonesia akan diarahkan antara lain untuk mendukung proyek mobil nasional, motor nasional, Giant Sea Wall, serta berbagai proyek strategis lainnya.
Giant Sea Wall Pantura Jadi Prioritas
Salah satu proyek yang disorot adalah Giant Sea Wall di Pantura Jawa. Proyek tersebut dinilai bukan hanya berfungsi sebagai infrastruktur perlindungan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi infrastruktur air, jalur pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus proyek rekayasa untuk meningkatkan kemampuan teknologi anak bangsa.
Pembangunan Giant Sea Wall dinilai perlu dimulai segera meskipun pengerjaannya membutuhkan waktu panjang.
"Mungkin akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita menyelesaikan pembangunan Giant Sea Wall, tapi kita harus mulai," demikian disampaikan dalam materi tersebut.
Pembangunan tanggul laut raksasa itu akan dibagi menjadi 15 segmen. Dengan pelaksanaan secara serentak, keseluruhan proyek disebut berpotensi diselesaikan dalam waktu sekitar delapan tahun.
Target tersebut menunjukkan proyek Giant Sea Wall tidak hanya diposisikan sebagai proyek infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk melindungi kawasan Pantura yang menjadi tempat tinggal jutaan masyarakat.
Dalam materi tersebut, Indonesia juga diminta belajar dari pengalaman Belanda dalam membangun infrastruktur perlindungan wilayah pesisir.
Belanda disebut membangun sistem perlindungan jangka panjang tanpa harus menunggu bencana terjadi. Infrastruktur Giant Sea Wall di negara tersebut kini melindungi jutaan penduduk sekaligus menjadi simbol kemampuan teknologi nasional.
Konsep serupa ingin diterapkan di Indonesia melalui pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa.
Selain memberikan perlindungan terhadap masyarakat pesisir, proyek tersebut diharapkan dapat menciptakan infrastruktur air dan membuka jalur pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan demikian, DDMF tidak hanya diarahkan untuk menjadi sumber pembiayaan proyek, tetapi juga instrumen untuk membangun kapasitas industri, teknologi, dan kemampuan rekayasa nasional dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: