Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kinerja BUMN Meningkat, Prabowo Puji Danantara dan Ingin Beri Bintang Kehormatan

        Kinerja BUMN Meningkat, Prabowo Puji Danantara dan Ingin Beri Bintang Kehormatan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dinilai berhasil mendorong peningkatan dividen dan keuntungan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

        Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut pimpinan Danantara layak memperoleh bintang kehormatan pada momentum Hari Kemerdekaan.

        "Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat. Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan di suasana hari kemerdekaan ini," kata Prabowo.

        Rencana pemberian penghargaan tersebut mendapat dukungan dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Dr. Marihot Manullang.

        Menurut Marihot, penghargaan kepada pimpinan Danantara dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi jajaran manajemen BUMN untuk terus meningkatkan kinerja.

        “Penghargaan seperti ini tentu dapat menjadi motivasi bagi para pimpinan Danantara dan jajaran manajemen BUMN untuk terus menunjukkan kinerja terbaik, profesional, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Marihot dalam keterangannya kepada media, Jumat (14/8/2026).

        Ia menilai penghargaan tersebut juga dapat menjadi simbol bahwa profesionalisme, integritas, serta keberanian melakukan pembenahan dan transformasi dalam pengelolaan aset negara mendapat perhatian dari pemerintah.

        “Kami dukung, apresiasi Presiden Prabowo terhadap pimpinan Danantara merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan capaian yang telah ditunjukkan. Ini juga menjadi pesan bahwa pengelolaan aset negara harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” jelasnya.

        Dalam pidatonya, Prabowo turut memaparkan sejumlah capaian BUMN yang mencatatkan pertumbuhan laba signifikan. PT Timah tercatat membukukan pertumbuhan laba sebesar 804,7 persen, disusul Pupuk Indonesia 253 persen dan Semen Indonesia 196,5 persen.

        Pertumbuhan laba juga tercatat di Pegadaian sebesar 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, serta Bank Mandiri 24,3 persen.

        Selain pertumbuhan laba, Prabowo menyebut sejumlah BUMN berhasil melakukan turnaround. Krakatau Steel dan Kimia Farma yang sebelumnya mengalami kerugian kini berhasil membukukan laba. Meski periode pencatatannya berbeda-beda, kinerja kedua perusahaan tersebut menunjukkan arah positif.

        Marihot menilai peningkatan dividen dan keuntungan BUMN menjadi salah satu indikator penting untuk melihat efektivitas pengelolaan aset negara.

        Menurut dia, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan agar optimalisasi aset BUMN memberikan manfaat yang semakin besar bagi negara dan masyarakat.

        “Yang terpenting, penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Danantara harus mampu memastikan bahwa optimalisasi aset BUMN pada akhirnya memberikan manfaat yang semakin besar bagi negara dan masyarakat,” ungkapnya.

        Marihot juga menilai capaian Danantara tidak terlepas dari kepemimpinan Rosan Perkasa Roeslani. Menurut dia, Rosan mampu mengedepankan profesionalisme, tata kelola yang sehat, serta orientasi pada peningkatan kinerja.

        “Beliau (Rosan Roeslani) menurut saya menunjukkan kepemimpinan yang sangat baik dalam mengawal Danantara. Dia mampu membawa semangat profesionalisme, efisiensi, dan optimalisasi aset negara sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja dan dividen BUMN di bawah Danantara Indonesia,” tuturnya.

        Rosan, yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, sebelumnya memproyeksikan rangkaian proyek hilirisasi nasional dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 600.000 orang.

        "Kalau kita lihat dari proyek-proyek yang kita jalankan ini, akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600.000 orang," tutur Rosan saat melaporkan 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang dimulai secara simbolis oleh Presiden Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, pada April 2026.

        Marihot menilai Rosan memiliki pengalaman dan kapasitas untuk mengelola lembaga strategis seperti Danantara. Kemampuan membangun koordinasi, mengambil keputusan secara terukur, serta menjaga fokus pada kepentingan negara dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan mandat Danantara.

        Baca Juga: Bos Danantara Ungkap Alasan Tempatkan PFII di Jakarta dan Bali

        “Saya melihat Pak Rosan sebagai figur yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang kuat. Kepemimpinannya patut diapresiasi karena mampu menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo dalam bentuk kerja dan capaian yang konkret,” katanya.

        Ia berharap momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dapat menjadi titik penguatan transformasi tata kelola BUMN dan pengelolaan investasi negara.

        “Jika kinerja positif ini konsisten dan dibangun dengan tata kelola yang baik, Danantara dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian nasional dan mendukung agenda pembangunan Presiden Prabowo,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: