Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham BYAN Anjlok di Awal Perdagangan, Tersengat Isu Diakuisisi Haji Isam

        Saham BYAN Anjlok di Awal Perdagangan, Tersengat Isu Diakuisisi Haji Isam Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berbalik melemah tajam pada awal perdagangan Rabu (19/8/2026), setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 20%. Penurunan terjadi di tengah sorotan investor terhadap rumor rencana pengambilalihan saham perseroan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BYAN pada awal perdagangan turun 14,04% ke level Rp14.850. Sehari sebelumnya, saham emiten batu bara tersebut justru melesat 19,97% ke Rp17.275 dan menjadi salah satu saham yang menopang penguatan IHSG.

        Meski sempat tertekan cukup dalam, saham BYAN mulai bergerak naik dari level terendahnya.

        Pergerakan BYAN kembali menjadi perhatian setelah perseroan memberikan klarifikasi terkait rumor pengambilalihan sekitar 62,2% saham oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengannya.

        Dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada Selasa (18/8/2026), Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menegaskan perseroan belum mengetahui adanya rencana transaksi tersebut. Klarifikasi itu disampaikan sebagai respons atas permintaan penjelasan BEI terkait kabar akuisisi BYAN oleh Jhonlin Group.

        "Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," kata Jenny.

        Menurut Jenny, BYAN juga belum memperoleh informasi mengenai status, struktur transaksi, maupun pihak-pihak yang disebut terlibat dalam rencana tersebut. Perseroan bahkan belum mengetahui jumlah saham yang akan dialihkan maupun nilai transaksi yang dikabarkan.

        Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN sebelumnya telah menyampaikan kepada perseroan bahwa mereka dapat mempertimbangkan berbagai peluang investasi dari waktu ke waktu untuk memaksimalkan nilai investasinya.

        Baca Juga: Saham BYAN Ambruk 14%, IHSG Terseret Turun 1% ke Level 6.384,22

        Baca Juga: BYAN Tak Tahu Ada Rencana Haji Isam Ambil Alih 62,2% Saham, Ini Penjelasannya

        Baca Juga: Saham-saham Milik Haji Isam Kompak Terbang Tinggi di Tengah Rumor Akuisisi BYAN

        Karena belum ada transaksi yang dapat dikonfirmasi, BYAN belum dapat menjelaskan kemungkinan perubahan pengendalian maupun dampaknya terhadap perseroan.

        Manajemen juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan perusahaan yang berkaitan dengan rumor tersebut. BYAN juga belum menemukan informasi atau kejadian material lain yang perlu disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham.

        "BYAN memastikan akan tetap mematuhi seluruh ketentuan pasar modal dan peraturan BEI, termasuk menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat fakta material yang wajib diketahui publik," ujar Jenny.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: