Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan peningkatan kinerja sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp176,96 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp27,46 miliar pada 2024.
Selain pertumbuhan laba, total aset Indonesia Re pada 2025 mencapai Rp10,28 triliun. Peningkatan kinerja tersebut menjadi bagian dari implementasi penguatan proses bisnis perusahaan, termasuk melalui penerapan PSAK 117 atau IFRS 17.
Penerapan standar akuntansi tersebut turut memengaruhi penyajian kinerja keuangan Indonesia Re pada 2025. PSAK 117 menghadirkan pendekatan baru dalam pengakuan pendapatan, liabilitas, dan laba berdasarkan jasa perlindungan yang telah diberikan atau service provided.
Menurut perusahaan, penerapan PSAK 117 tidak mengubah fundamental bisnis maupun arus kas Indonesia Re. Standar tersebut menyempurnakan metode pencatatan dan penyajian laporan keuangan agar lebih transparan dan selaras dengan praktik internasional.
Direktur Utama Indonesia Re Robbi Yanuar Walid mengatakan, 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, perusahaan berhasil meningkatkan kinerja melalui transformasi yang dijalankan secara konsisten dengan mengedepankan kualitas pertumbuhan.
“Seluruh strategi yang kami jalankan berorientasi pada kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang prudent, serta penguatan kapabilitas organisasi,” ujar Robbi.
Pada lini reasuransi umum, Indonesia Re terus menyempurnakan pricing tools berbasis data serta memperkuat governance underwriting dan contract wording. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap risiko yang diterima memiliki tingkat profitabilitas yang terukur.
Perusahaan juga memperketat penerapan underwriting discipline melalui penyesuaian harga serta terms and conditions berdasarkan karakteristik masing-masing risiko maupun treaty. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas portofolio sekaligus mendukung pertumbuhan kinerja.
Sementara pada bisnis reasuransi jiwa, Indonesia Re memprioritaskan kualitas portofolio melalui proses akseptasi berdasarkan hasil experience study, robust pricing, prinsip kehati-hatian atau prudent underwriting, serta pertimbangan keberlanjutan portofolio.
Pendekatan tersebut terutama diterapkan pada bisnis dengan eksposur mortalitas jangka panjang. Indonesia Re juga melakukan pemantauan kinerja portofolio dan evaluasi terhadap struktur retensi, ketentuan reasuransi, serta profitabilitas portofolio.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi, kualitas risiko, dan keberlanjutan bisnis.
Pada aspek retrosesi, Indonesia Re mengoptimalkan struktur perlindungan risiko secara lebih selektif dengan menyesuaikannya terhadap kebutuhan kapasitas, risk appetite, dan kebijakan akseptasi perusahaan.
Penyempurnaan struktur retrosesi non-proporsional dilakukan untuk meningkatkan efisiensi biaya proteksi terhadap risiko dengan frekuensi rendah tetapi berdampak besar. Sepanjang 2025, pemanfaatan proportional financial year quota-share pada portofolio Fire & Engineering juga terus dioptimalkan untuk mendukung pengelolaan modal yang lebih efektif.
Di sisi investasi, perusahaan menerapkan prinsip prudent investment, risk-based investment, portfolio optimization, sustainable investing, serta penguatan Asset Liability Management (ALM).
Strategi tersebut turut menopang hasil investasi Indonesia Re. Pada 2025, perusahaan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp427,28 miliar, naik dari Rp335,78 miliar pada 2024.
Transformasi juga dilakukan melalui penguatan tata kelola teknologi. Indonesia Re melakukan modernisasi data center, perangkat infrastruktur dan keamanan, implementasi Security Operations Center (SOC), penguatan infrastruktur data, serta optimalisasi Disaster Recovery Center (DRC).
Perusahaan juga memperbarui Human Capital Management System (HCMS), mengembangkan catastrophe modeling melalui Perils Hub, serta melanjutkan pengembangan dan roll-out RIU Connect 2.0 pada berbagai modul operasional.
Penguatan tata kelola dan kualitas data juga dilakukan untuk mendukung implementasi PSAK 117. Dalam aspek layanan teknologi informasi dan keamanan informasi, Indonesia Re mempertahankan sertifikasi ISO 20000 dan ISO 27001 beserta implementasinya.
Sementara itu, Indonesia Re Institute terus menjalankan perannya sebagai pusat pengembangan kapasitas industri melalui berbagai program, mulai dari thematic webinar, executive sharing session, sertifikasi profesi, seminar, workshop, hingga collaborative research bersama regulator, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.
Riset yang dikembangkan mencakup pengelolaan catastrophe risk, pengembangan asuransi parametrik, non-medical data analytics, hingga penguatan retensi industri asuransi nasional.
Dari sisi kesehatan keuangan, tingkat solvabilitas Indonesia Re pada 2025 tercatat 133,38%, meningkat dibandingkan 132,83% pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kecukupan modal sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Tak Cuma Asuransi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Gaji Penyapu Jalan hingga Rp3,3 Juta
Robbi mengatakan transformasi yang dilakukan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia Re menjadi perusahaan reasuransi nasional yang lebih kuat dan efisien.
“Transformasi yang kami jalankan bukan hanya berhasil memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia Re menjadi perusahaan reasuransi nasional yang semakin kuat, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi industri, serta terus berbenah dalam aspek layanan kepada mitra dan ceding company sebagai bagian dari transformasi menyeluruh,” kata Robbi.
Ke depan, Indonesia Re akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan reasuransi nasional melalui transformasi berkelanjutan, tata kelola risiko yang kuat, serta inovasi yang memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: