Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pangkalan AS Rusak Diserang Iran, Pentagon Kaji Pengurangan Pasukan di Timur Tengah

        Pangkalan AS Rusak Diserang Iran, Pentagon Kaji Pengurangan Pasukan di Timur Tengah Kredit Foto: Antara/Budi Candra Setya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dikabarkan tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan AS di Timur Tengah. Wacana tersebut muncul setelah sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat mengalami kerusakan akibat serangan Iran.

        The Washington Post melaporkan wacana tersebut pada Selasa (18/8). Sejumlah pejabat AS bahkan mengindikasikan beberapa pangkalan yang rusak kemungkinan tidak akan dibangun kembali seperti kondisi sebelumnya.

        Pembahasan mengenai opsi tersebut disebut dilakukan oleh kantor kebijakan Pentagon. Staf Gabungan dan Komando Pusat AS atau CENTCOM juga dilaporkan ikut meninjau kemungkinan perubahan postur militer AS di kawasan tersebut.

        Namun, seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth belum memerintahkan peninjauan resmi. Pembahasan yang berlangsung saat ini disebut sebagai bagian dari perencanaan internal.

        Pertimbangan tersebut disebut sebagai "perencanaan bijaksana". Tujuannya untuk membantu pemerintah AS menentukan keputusan terkait pembangunan kembali fasilitas militer yang mengalami kerusakan.

        CENTCOM selama ini bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah. Komando tersebut biasanya menempatkan sekitar 40 ribu prajurit di sekitar 20 situs militer yang tersebar dari Yordania hingga Oman.

        Jumlah aset militer AS di kawasan tersebut juga meningkat sejak awal tahun. Washington mengerahkan tambahan kapal perang, pesawat tempur dan sistem pertahanan udara untuk mendukung operasi militernya terhadap Iran.

        Baca Juga: Senator AS Desak Menhan Amerika Pete Hegseth Dipecat, Soroti Krisis di USS Abraham Lincoln

        Dalam konflik yang berlangsung sejak Februari, AS disebut telah melancarkan lebih dari 13 ribu serangan terhadap Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara kawasan Teluk.

        Kerusakan sejumlah pangkalan AS kini menjadi salah satu pertimbangan Pentagon. Washington disebut perlu menentukan apakah seluruh fasilitas tersebut akan dipulihkan seperti semula atau justru dilakukan penyesuaian terhadap keberadaan pasukannya di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: