Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        E-Commerce Indonesia Bidik GMV US$140 Miliar pada 2030

        E-Commerce Indonesia Bidik GMV US$140 Miliar pada 2030 Kredit Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        SIRCLO menilai industri e-commerce Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan besar hingga 2030, seiring proyeksi nilai Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital nasional mencapai sekitar US$340 miliar. Dari angka tersebut, sektor e-commerce diperkirakan menyumbang sekitar US$140 miliar.

        Founder dan Chief Executive Officer SIRCLO Brian Marshal mengatakan, pertumbuhan ekonomi digital ke depan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan transaksi. Pelaku industri perlu beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta memperkuat kolaborasi ekosistem.

        “Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur juga relevan dengan bagaimana kita melihat masa depan ekonomi digital Indonesia. Kontribusinya dalam mendukung kemakmuran tidak cukup diukur dari banyaknya transaksi, tetapi juga dari kemampuan ekosistem dalam merespons perubahan melalui adaptasi, inovasi, dan kolaborasi,” ujar Brian dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

        Proyeksi tersebut mengacu pada laporan e-Conomy SEA 2025 yang diterbitkan Google, Temasek, dan Bain & Company.

        SIRCLO juga mencatat akselerasi perdagangan digital dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah pesanan pada Juni 2026 meningkat sekitar 56 kali lipat dibandingkan Januari 2020.

        Menurut SIRCLO, terdapat empat area yang akan menentukan perkembangan e-commerce Indonesia menuju 2030.

        Pertama, perkembangan kanal digital commerce. Perjalanan konsumen di kanal digital semakin dinamis, termasuk melalui live streaming yang menggabungkan interaksi produk dan transaksi dalam satu pengalaman.

        Jumlah penonton live streaming pada Juni 2026 tercatat lebih dari 11 kali lipat dibandingkan Juli 2022. Pada periode yang sama, jumlah pesanan melalui kanal tersebut meningkat lebih dari delapan kali lipat.

        Konten kreator dan affiliate juga semakin berperan dalam mendorong transaksi. Sejak pengukuran performa kanal kreator dan affiliate dimulai pada Oktober 2025, jumlah pesanan meningkat lebih dari 17 kali lipat hingga Juni 2026.

        Kedua, memperluas pertumbuhan e-commerce ke berbagai wilayah. Aktivitas perdagangan digital yang sebelumnya terkonsentrasi di Jabodetabek mulai menyebar ke daerah lain.

        Data SIRCLO menunjukkan jumlah pesanan dari luar Jabodetabek telah melampaui Jabodetabek sejak Juni 2024. Volumenya kemudian meningkat lebih dari tiga kali lipat hingga Juni 2026.

        Perluasan permintaan tersebut dinilai perlu diikuti pemerataan akses, termasuk kesiapan distribusi dan pemenuhan pesanan yang lebih dekat dengan konsumen. Salah satu pendekatan yang dinilai potensial adalah menjadikan jaringan distributor lokal sebagai titik fulfillment.

        Berdasarkan data internal SIRCLO, pendekatan tersebut berpotensi mengurangi biaya pengiriman hingga 60% dan memangkas waktu pengiriman hingga 40%.

        Ketiga, mengoptimalkan artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut dinilai dapat membantu bisnis meningkatkan produktivitas dan mempercepat pengambilan keputusan.

        Google mencatat pemerataan adopsi AI pada usaha kecil hingga setara dengan perusahaan besar berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp910 triliun.

        Di tingkat operasional, SIRCLO mencatat pemanfaatan AI pada sejumlah alur kerja mampu menghemat waktu penyelesaian hingga 84,2%. Penggunaannya mencakup pembaruan stok, pemantauan pesanan, persiapan promosi, hingga pembaruan informasi produk di berbagai marketplace.

        Keempat, memperkuat kolaborasi ekosistem. Perdagangan digital melibatkan berbagai pelaku, mulai dari brand, platform digital, kreator, affiliateenabler, distributor, logistik, hingga mitra fulfillment.

        Baca Juga: Purbaya Tunda Pungutan Pajak UMKM via E-Commerce, Ini Alasannya

        Baca Juga: E-Commerce Milik Djarum Grup (Blibli) Masih Boncos Rp711 Miliar, Meski Pendapatan Melonjak 55%!

        Baca Juga: Google Proyeksikan AI Dorong Ekonomi Kreatif RI hingga Rp66 Triliun per Tahun

        Pemerintah dan regulator turut berperan melalui kepastian kebijakan, perlindungan konsumen, serta penciptaan persaingan usaha yang sehat.

        “Potensi e-commerce Indonesia masih terbuka luas, tetapi cara kita menciptakan nilai akan terus berkembang seiring perubahan perilaku konsumen, teknologi, kanal, dan model bisnis. Karena itu, SIRCLO berkomitmen akan terus beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi untuk mendukung perdagangan digital yang lebih relevan, terintegrasi, serta berkelanjutan menuju 2030,” kata Brian.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: