Iran Murka, Negara Teluk Diperingatkan Tak Boleh Bantu Militer AS
Kredit Foto: Istimewa
Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan negara-negara di kawasan Teluk agar tidak memberikan bantuan kepada militer Amerika Serikat. Iran menilai bantuan atau fasilitas yang diberikan kepada pasukan AS dapat dianggap sebagai keterlibatan dalam konflik.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Pernyataan itu muncul setelah Uni Emirat Arab menuduh Iran menyerang kapal-kapal mereka.
"Kami memperingatkan bahwa segala bentuk bantuan atau fasilitas yang diberikan kepada militer AS, yang bertindak sebagai agresor, akan dianggap sebagai keterlibatan bersama pasukan AS," tegas Abdollahi dalam peringatannya, seperti dikutip kantor berita Mehr.
Abdollahi juga memperingatkan negara-negara di pesisir selatan Teluk yang menjadi lokasi instalasi militer AS. Ia menyebut Iran terus mengawasi aktivitas militer di kawasan tersebut.
Dia mengatakan tidak ada aktivitas yang luput dari pengamatan Iran. Pernyataan itu ditujukan kepada negara-negara Teluk yang sebelumnya menyatakan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.
"Kecil kemungkinannya bahwa pesawat militer dalam jumlah besar, terutama pesawat pengisi bahan bakar, bisa berada di pangkalan-pangkalan regional tanpa sepengetahuan negara tuan rumah," kata Abdollahi dalam pernyataannya.
Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Washington.
Arab Saudi, UEA, Kuwait dan Bahrain juga dilaporkan menyerang sejumlah target di wilayah Iran. Serangan tersebut disebut dilakukan sebagai balasan terhadap serangan Teheran.
Peringatan Iran semakin keras setelah UEA mengumumkan penangguhan seluruh hubungan ekonomi dengan Teheran. Abu Dhabi mengambil langkah tersebut setelah menuduh Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah kapal-kapalnya.
Iran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak meluncurkan rudal ke arah UEA. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut tuduhan tersebut dapat merusak kepercayaan dan upaya menjaga keamanan regional.
Baca Juga: Trump Umumkan Perang Ekonomi Terbesar terhadap Iran, Negara Mitra Dagang Diancam Sanksi
" dengan tegas menolak klaim Uni Emirat Arab bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke arah negara itu".
Pemerintah Iran kini menilai keterlibatan negara-negara Teluk dalam operasi militer AS dapat memperluas konflik. Ketegangan tersebut berpotensi semakin meningkat setelah keputusan UEA menghentikan hubungan ekonominya dengan Teheran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: