Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan pentingnya menjaga independensi bank sentral di tengah upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Destry menekankan bahwa sinergi yang dilakukan BI dengan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya kredibilitas maupun independensi BI dalam menjalankan mandatnya.
"Jadi kembali saya ingin tekankan di sini, bahwa kata-kata sinergi ini tidak berarti juga mengurangi kredibilitas dan juga independensi dari BI dalam menjalankan tugas-tugasnya," kata Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI di DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Menurut Destry, setiap institusi memiliki instrumen dan kewenangan masing-masing dalam menjalankan tugasnya. Karena itu, sinergi diperlukan agar kebijakan yang ditempuh berbagai pihak dapat saling melengkapi.
"Artinya masing-masing itu punya senjatanya masing-masing. Tapi kita saling melengkapi," ujarnya.
Destry mengatakan sinergi menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan perekonomian. Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah dan BI, tetapi juga berbagai pihak lainnya.
"Sinergi ini yang memang harus kita lakukan secara bersama-sama. Semua pihak, termasuk akademisi, ini memang menjadi suatu hal yang perlu juga menjadi perhatian kita semua," tutur Destry.
Sebelumnya Destry membawa visi menjadikan Bank Indonesia sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan, sekaligus kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kami akan menjalankan visi yang ditopang dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis,” kata Destry.
Baca Juga: Destry Damayanti Tak Masalah SAL Ditarik ke Himbara Sepanjang Tujuannya Jelas
Baca Juga: Uji Kelayakan Gubernur BI, Destry Bakal Refocusing Kebijakan Lalu Lintas Devisa
Tiga misi yang diusung yakni menjaga stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih.
Destry mengatakan penguatan bauran kebijakan, akan menjadi salah satu prioritas untuk merespons tekanan sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi.
Dari sisi moneter, ia akan tetap fokus menjaga stabilitas dengan tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi. Arah suku bunga BI Rate, kata dia, akan dilakukan secara pre-emptive dan forward-looking untuk menjaga stabilitas rupiah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: