PSI Bela Ide Tepung Ubi untuk Padamkan Karhutla: Kapolri Tidak Mungkin Asbun ke Presiden
Kredit Foto: KLHK
Gagasan penggunaan tepung berbahan dasar umbi-umbian untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai beragam respons. Di tengah kritikan yang muncul di media sosial, Juru Bicara PSI Dian Dandi Utama justru memberikan pembelaan terhadap ide tersebut.
Dian menilai usulan yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden Prabowo Subianto tidak seharusnya langsung dianggap sebagai gagasan sembarangan.
“Seorang Kapolri tidak mungkin ASBUN memberi masukan kepada Presiden, seperti tuduhan Said Didu dan kawan-kawan,” tulis Dian di akun X, Rabu (26/8/2026).
Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa Presiden Prabowo begitu saja menerima setiap masukan yang diberikan kepadanya. Dian menilai seorang kepala negara tentu memiliki pertimbangan sebelum menyetujui sebuah gagasan, terlebih pembicaraan tersebut berlangsung dalam forum yang terekam kamera.
Baca Juga: Pemerintah Tanggapi Santai Demo 27 Agustus: Tidak Ada yang Spesial
“Presiden juga tidak mungkin mengiyakan tanpa ada pengetahuan yang luas tentang itu, apalagi itu terekam kamera,” ujarnya.
Menurut Dian, karakter kebakaran hutan berbeda dengan kebakaran biasa sehingga penanganannya tidak bisa disamakan dengan api unggun. Kondisi lahan, termasuk keberadaan gambut dan batu bara di bawah permukaan, membuat penanganan karhutla memiliki tantangan tersendiri.
“Kebakaran hutan, kita berhadapan dengan gambut, di bawahnya juga ada batu-bara,” jelasnya.
Dian pun menegaskan bahwa dukungannya terhadap gagasan tersebut bukan berarti dirinya secara khusus membela Kapolri. Ia justru menyoroti substansi ide penggunaan umbi-umbian sebagai alternatif bahan pemadam kebakaran.
"Saya tidak pernah membela Kapolri tapi soal ide “ubi untuk memadamkan kebakaran” yang beliau usulkan ke Presiden, itu layak didukung," katanya.
Baca Juga: Soal Gempa NTT, Prabowo: Saya Memang Sengaja Tidak Mau Datang di Awal Karena...
"Ide itu datang dari seorang pemikir WNI yang kini sudah dibeli hak patennya oleh Jepang. Kebakaran hutan itu beda dengan api unggun. Parodi netizen itu salah," sambungnya.
Tak berhenti di situ, Dian juga melontarkan kritik terhadap pihak-pihak yang mengejek gagasan tersebut. Menurutnya, serangan terhadap ide tepung berbahan umbi-umbian bukan hanya menyasar Kapolri, tetapi juga dapat dianggap meremehkan pertimbangan Presiden Prabowo.
"Serangan terhadap usulan “ubi sebagai alternatif bahan pemadam kebakaran” tidak hanya merendahkan Kapolri yang mereka anggap asal-asalan, namun juga merendahkan pengetahuan Presiden yang menganggap asal perintah untuk eksekusi. Ada yg sok pinter, sok keminter," tambah Dian.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memang memerintahkan agar dilakukan uji coba produksi tepung berbahan tanaman umbi-umbian untuk membantu penanganan karhutla. Gagasan tersebut muncul ketika Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).
"Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya ubi bombing. Hah? Ya kalau satu heli MI-17 bisa berapa ton? 4 ton water bombing. Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya," kata Prabowo.
Prabowo juga meminta agar bahan baku dari ubi dan singkong tersebut diuji serta diproduksi dalam skala besar apabila terbukti efektif. Ia bahkan membuka peluang dukungan biaya untuk produksi bahan tersebut.
"Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya," ujar Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri