Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PDIP Soal Video Viral Ketum Projo Budi Arie dan Jokowi: Suatu Tindakan Anti-demokrasi

        PDIP Soal Video Viral Ketum Projo Budi Arie dan Jokowi: Suatu Tindakan Anti-demokrasi Kredit Foto: PDIP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara mengenai video viral Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Hal itu diketahui soal kemungkinan perubahan konstelasi politik sebelum pemilu selanjutnya berlangsung di hadapan dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

        Hasto mengaku terkejut setelah potongan video dari sebuah forum tertutup tersebut beredar luas dan memicu spekulasi politik. Menurutnya, persoalan menjadi serius karena pernyataan mengenai kemungkinan percepatan pemilu disampaikan dalam forum yang dihadiri Jokowi.

        Baca Juga: Baca Arah Mahkamah Agung, Kubu Dokter Tifa Tidak Yakin Akan Menangkan Sidang Kasus Ijazah Jokowi

        “Ya kami sangat kaget dengan pernyataan itu karena itu dalam suatu forum yang tertutup yang dihadiri oleh Jokowi,” kata Hasto, dikutip Sabtu (29/8/2026).

        Baginya, wacana mengenai percepatan pemilu tidak dapat dipandang sebagai sekadar pembicaraan politik biasa. Hasto menilai gagasan tersebut berpotensi mencederai prinsip demokrasi apabila diarahkan untuk mengubah mekanisme politik yang telah ditentukan konstitusi.

        “Sehingga dengan adanya suatu skenario-skenario seperti itu adalah suatu tindakan anti-demokrasi,” ujarnya.

        Hasto menegaskan pihaknya tetap berpegang pada jadwal Pemilu 2029. Menurutnya, kepastian mengenai siklus pemilu merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan demokrasi Indonesia.

        Ia menilai seluruh pihak harus menghormati mekanisme konstitusional yang berlaku. Perubahan politik, kata Hasto, tidak semestinya ditempuh melalui skenario di luar ketentuan yang telah ditetapkan.

        Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

        "Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

        Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

        "Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

        Baca Juga: Projo Sudah Kantongi Sosok Penyebar Video Viral Budi Arie, Ternyata...

        Terbaru, Budi Arie telah menegaskan bahwa analisis politik tidak sama dengan kehendak politik. Ia juga mengatakan tidak bermaksud mengajak atau mendorong pihak tertentu untuk mempercepat Pemilu 2029.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: