Henri Subiakto: Gibran Pendorong Prabowo Terpilih Presiden, tapi Sekarang Keadaan Berubah
Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Penurunan tajam tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran kembali memantik perbincangan mengenai dinamika politik nasional.
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Henri Subiakto bahkan menilai Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan introspeksi agar posisi politiknya tetap aman hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Sorotan Henri muncul setelah survei Tempo Data Science mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Agustus 2026 hanya berada di angka 37 persen. Angka tersebut merosot jauh dibandingkan Desember 2025 yang masih mencapai 75 persen, lalu kembali turun menjadi 56 persen pada Maret 2026.
“Prabowo harus introspeksi agar kekuasaannya bisa aman sampai akhir 2029,” tulis Henri Subiakto di akun X, dikutip Senin (31/8/2026).
Baca Juga: Batal Jadi Orang Biasa, Eks Kader PSI: Jokowi Sungguh-sungguh Kembali Berpolitik
Henri kemudian mengaitkan posisi Prabowo saat ini dengan peran Gibran Rakabuming Raka ketika Pilpres 2024. Ia menyebut Gibran dahulu menjadi salah satu faktor yang mendorong Prabowo hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden RI.
“Gibran dulunya menjadi pendorong yg membuat prabowo terpilih jadi Presiden,” ujarnya.
Namun, menurut Henri, konstelasi politik kini telah mengalami perubahan. Ia justru melihat posisi Prabowo dapat menghadapi risiko politik dari kekuatan yang berada di belakang Gibran.
“Sekarang keadaan berubah, Prabowo bisa berbahaya kedudukannya justru karena kekuatan dan permainan politik para pendukung Gibran,” lanjut dia.
Baca Juga: PSI Totalitas Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran sampai 2029, Kalau Bisa...
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika politik tidak selalu dapat dibaca hanya dari apa yang terlihat di hadapan publik. Pernyataan yang muncul di ruang terbuka, menurut Henri, belum tentu menggambarkan seluruh pembicaraan serta kepentingan yang berlangsung di balik layar.
“Di panggung depan bisa sangat berbeda dengan kenyataan di panggung belakang. Apa yg nampak dan terucap di publik, bisa sangat beda dengan yang dibicarakan di belakang. Itulah dinamika politik dari kekuatan yang aslinya punya kepentingan sendiri sendiri,” terangnya.
Pandangan tersebut disampaikan Henri di tengah munculnya pernyataan Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Budi Arie sempat mengungkap kemungkinan masa pemerintahan Prabowo tidak berlangsung hingga 2029, sehingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional.
Henri pun melihat pernyataan tersebut sebagai bagian dari dinamika dan kemungkinan pergerakan politik yang perlu dicermati.
“Kita tunggu makin terbukanya upaya upaya mereka yang sempat diungkapkan Ketua Projo Budiari Setiaji,” tambah Henri Subiakto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri