Kredit Foto: Istimewa
Isu keaslian ijazah dan skripsi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat di publik. Selama dua tahun terakhir, tuduhan di media sosial terus mempertanyakan status akademik Jokowi sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Namun, bantahan datang dari kalangan Fakultas Kehutanan UGM. San Afri Awang, Ketua Senat Fakultas Kehutanan sekaligus kakak angkatan Jokowi, menilai tudingan tersebut sudah kelewat jauh dan tidak sesuai dengan realitas era 1980-an.
Salah satu yang dipersoalkan adalah penggunaan font Times New Roman pada sampul skripsi Jokowi. Menurut San Afri, hal itu bukan hal aneh. Ia mengingat betul keberadaan percetakan populer di sekitar kampus, seperti Prima dan Sanur, yang sudah menyediakan jasa cetak sampul skripsi.
“Saya masih ingat waktu saya buat cover (skripsi), lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal, Prima dan Sanur,” kata San Afri, dikutip dari situs resmi UGM, Rabu (2/9).
Lebih dari itu, komputer IBM PC sudah mulai digunakan mahasiswa untuk pengetikan maupun pengolahan data statistik.
“Jangan heran di sekitar UGM juga sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC. Saya sempat pakai buat mengolah data statistik,” ujarnya.
Meski begitu, tidak semua mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi tersebut. Faktor ekonomi membuat sebagian tetap mengandalkan mesin tik manual untuk membuat sampul maupun lembar pengesahan skripsi.
“Kawan saya yang secara ekonomi tidak mampu, banyak yang membuat lembar sampul dan pengesahan dengan mesin ketik,” ucapnya.
Baca Juga: Ade Darmawan: Saya Tunggu Atraksi Roy Suryo di Sidang Pokok
Karena itu, San Afri menilai analisis yang menjadikan persoalan font sebagai dasar meragukan dokumen akademik Jokowi tidak relevan. Ia menyayangkan tuduhan liar yang menyerang UGM dengan menyebut ijazah Jokowi palsu.
“Dia (Joko Widodo) lulus dari sini dan buktinya ada kok,” tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: