Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Utang Whoosh Masuk Kemenkeu, Purbaya Siapkan 2 SMV yang Identitasnya Masih Dirahasiakan

        Utang Whoosh Masuk Kemenkeu, Purbaya Siapkan 2 SMV yang Identitasnya Masih Dirahasiakan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Keuangan ternyata sudah menyiapkan dua Special Mission Vehicle (SMV) untuk menangani persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum mau membuka identitas dua badan yang akan dilibatkan tersebut.

        Purbaya mengatakan kedua SMV itu sudah siap digunakan, meski skema penyelesaian utang Whoosh masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih menggodok mekanisme yang nantinya akan digunakan sebelum keputusan tersebut diumumkan kepada publik.

        "Belum, lagi digodok dan belum bisa diumumkan sekarang, tapi udah siap semua," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta.

        Keberadaan dua SMV tersebut disiapkan seiring rencana pengalihan pengelolaan utang Whoosh dari Danantara kepada Kementerian Keuangan. Purbaya menyebut proses penyerahan akan dilakukan oleh COO BPI Danantara Dony Oskaria pada pertengahan bulan.

        "Kita tunggu nanti pertengahan bulan ini Pak Dony akan menyerahkan ke saya," ujar Purbaya.

        Dengan pengalihan tersebut, Kemenkeu nantinya akan menjadi pihak yang menangani persoalan utang proyek tersebut. Meski demikian, Purbaya belum menjelaskan secara rinci seperti apa skema yang akan digunakan maupun peran dua SMV yang telah disiapkan.

        Persoalan Whoosh sendiri tidak hanya berkaitan dengan kewajiban utang, tetapi juga struktur kepemilikan perusahaan pengelola kereta cepat tersebut. PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) merupakan konsorsium BUMN yang memegang 60 persen saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

        Rencana pengalihan kepemilikan saham konsorsium BUMN tersebut ke Kementerian Keuangan menjadi bagian dari perubahan struktur penanganan proyek Whoosh. Dony membenarkan bahwa saham milik konsorsium BUMN akan dialihkan kepada Kemenkeu.

        "Iya, konsorsium kita, kan? Yang BUMN, kan? Iya, dialihkan, dihibahkan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

        Namun, pengalihan saham tersebut belum otomatis menjawab bagaimana seluruh persoalan Whoosh akan diselesaikan. Dony tidak menjelaskan secara gamblang mengenai tahapan berikutnya setelah saham konsorsium BUMN berpindah ke Kemenkeu.

        Baca Juga: Danantara Kasih Utang Whoosh ke Purbaya Pertengahan September 2026

        "Dialihkan dulu prosesnya. Yang penting selesai. Ingin nggak selesai? Kan bagus," katanya.

        Di sisi lain, pemerintah masih belum membuka detail mengenai mekanisme penyelesaian utang Whoosh. Purbaya hanya memastikan pembahasan terus dilakukan bersama pihak terkait dan instrumen yang diperlukan telah dipersiapkan.

        Pengalihan pengelolaan utang ke Kemenkeu menunjukkan persoalan pembiayaan Whoosh kini masuk ke tahap penanganan yang berbeda. Pemerintah perlu menentukan struktur yang memungkinkan kewajiban tersebut diselesaikan tanpa menimbulkan persoalan baru dalam pengelolaan aset dan kepemilikan proyek.

        Dua SMV yang disiapkan Purbaya menjadi salah satu bagian penting yang masih menunggu penjelasan lebih lanjut. Identitas maupun fungsi spesifik kedua badan tersebut baru akan diketahui setelah pemerintah menyelesaikan pembahasan skema penanganan utang Whoosh.

        Untuk saat ini, Purbaya memastikan pemerintah tidak bergerak tanpa persiapan. Dua SMV telah disiapkan, sementara proses pengalihan pengelolaan utang dan kepemilikan saham masih berjalan menuju penyelesaian.

        Dengan demikian, langkah Kemenkeu dalam menangani Whoosh belum berhenti pada pengambilalihan pengelolaan utang. Struktur kepemilikan KCIC juga sedang berubah, sedangkan dua SMV yang dipersiapkan pemerintah masih menjadi bagian yang belum dibuka kepada publik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: