Putin Sodorkan Kapal Berteknologi Canggih ke Prabowo, Apa Kehebatannya?
Kredit Foto: Bp
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter kepada Indonesia. Kapal tersebut dinilai dapat mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung sehingga kualitas ikan dapat lebih terjaga.
Tawaran itu disampaikan Putin saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani mengungkapkan tawaran tersebut setelah pertemuan kedua pemimpin.
"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita, sehingga menjadi lebih baik kualitasnya," kata Rosan dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Rosan mengatakan Presiden Prabowo akan menindaklanjuti tawaran tersebut dengan mengirimkan tim untuk mempelajari teknologi kapal yang ditawarkan Rusia. Tim tersebut juga akan mengkaji potensi pemanfaatannya untuk mendukung sektor perikanan Indonesia.
Selain kerja sama perkapalan, Indonesia dan Rusia juga menjajaki investasi di sektor pupuk. Rosan bersama Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menandatangani joint study untuk mengkaji potensi investasi Pupuk Indonesia dalam pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.
"Kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea," ujar Rosan.
Rosan mengatakan peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas investasi ke luar negeri. Ia berharap kerja sama dengan Rusia dapat sekaligus memperkuat ketahanan bahan baku dan industri nasional.
Baca Juga: Indonesia Mulai Dilirik Rusia untuk Kerja Sama Nuklir Sipil, Putin Kembali Buka Tawaran ke Prabowo
"Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performancenya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia," ucap Rosan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menilai Vladivostok memiliki posisi strategis karena menghadap langsung ke kawasan Pasifik. "Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," ujar Rahmad.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: