- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Investor Asing Jual Rp2,26 Triliun, BUMI Jadi Saham Paling Banyak Diborong
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia berbalik mencatatkan aksi jual pada perdagangan Senin (7/9/2026) hingga jeda siang. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp424,06 miliar.
Nilai pembelian saham oleh investor asing tercatat mencapai Rp1,84 triliun. Namun, nilai penjualan lebih besar, yakni Rp2,26 triliun, sehingga berujung pada net sell Rp424,06 miliar.
Di tengah tekanan jual tersebut, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling banyak diborong investor asing berdasarkan nilai transaksi. Foreign buy pada saham BUMI mencapai Rp218,87 miliar dengan volume 998,13 juta saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nilai pembelian asing Rp46,11 miliar, disusul PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp38,91 miliar dan PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) sebesar Rp30,65 miliar.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masuk dalam daftar saham yang diburu investor asing, dengan nilai pembelian mencapai Rp18,57 miliar.
Baca Juga: BEI Pantau Ketat Saham Emiten Milik Happy Hapsoro (UANG)
Baca Juga: BEI Gembok 2 Saham Ini, Ada yang Cetak ARA hingga 8 Kali
Baca Juga: BEI Soroti 3 Saham Ini, Ada yang Turun 15%
TPIA hingga BBCA Paling Banyak Dijual Asing
Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing hingga perdagangan tengah hari. Nilai foreign sell pada saham TPIA mencapai Rp81,67 miliar dengan volume 41,05 juta saham.
Di bawahnya terdapat saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net foreign sell Rp73,14 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp66,06 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp65,58 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp60,01 miliar.
Selain kelima saham tersebut, investor asing juga tercatat melakukan penjualan pada sejumlah saham lainnya, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan