Kredit Foto: KRAS
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada paruh pertama 2026. Pendapatan perseroan mencapai Rp2,84 triliun sepanjang semester I-2026, naik 8,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja laba tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Laba kotor ISSP meningkat 14,7% menjadi Rp597,6 miliar. Pertumbuhan tersebut mendorong margin laba kotor naik dari 19,9% menjadi 21,1%.
Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat Rp240,5 miliar atau tumbuh 12,7% secara tahunan.
Perkembangan kinerja tersebut disampaikan ISSP dalam Paparan Publik 2026 melalui agenda Public Expose Live yang digelar Bursa Efek Indonesia dan IDX Channel pada Senin (7/9/2026).
Paparan tersebut dihadiri Chief Strategy and Business Development Officer, Corporate Secretary and Investor Relation ISSP Johanes Edward serta Wakil Direktur Utama Tedja Sukmana Hudianto.
Dari sisi neraca, total aset ISSP mencapai Rp10,4 triliun pada akhir semester I-2026. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp4,6 triliun.
Johanes mengatakan kenaikan aset terutama dipengaruhi oleh peningkatan persediaan. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah barang dalam perjalanan atau goods in transit yang masih tercatat sebagai persediaan pada akhir periode.
Peningkatan persediaan juga berkaitan dengan bertambahnya bahan baku dan barang jadi seiring tingginya permintaan proyek selama kuartal II-2026.
Kondisi tersebut ikut mendorong kebutuhan modal kerja perseroan. Tingginya aktivitas proyek tercermin dari peningkatan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha.
Kebutuhan modal kerja yang meningkat kemudian mendorong kenaikan utang bank jangka pendek. Total liabilitas ISSP tercatat naik 46% dibandingkan kuartal I, sehingga rasio utang terhadap ekuitas atau Debt-to-Equity Ratio (DER) berada di level 0,81 kali.
Meski liabilitas meningkat, kondisi likuiditas perseroan masih terjaga. ISSP memiliki aset lancar sebesar Rp6,34 triliun dan liabilitas lancar Rp3,10 triliun. Dengan posisi tersebut, current ratio perseroan mencapai 205%.
Dari sisi arus kas, ISSP mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional sebesar Rp1,10 triliun. Penggunaan kas tersebut terutama mencerminkan meningkatnya kebutuhan modal kerja, termasuk pembayaran kepada pemasok serta penambahan persediaan untuk memenuhi kebutuhan produksi dan proyek.
Pada periode yang sama, perseroan juga melakukan pembayaran obligasi dan sukuk senilai Rp500,55 miliar sebagai bagian dari pengelolaan jatuh tempo dan struktur pendanaan.
Setelah memperhitungkan kebutuhan operasional dan pembayaran tersebut, posisi kas ISSP pada akhir semester I-2026 masih berada di level Rp680 miliar.
Baca Juga: Pabrik BYD Dibuka, SSIA Incar Efek Domino ke Subang Smartpolitan
Baca Juga: SSIA Bidik Pertumbuhan Pendapatan 60%, Subang Smartpolitan Jadi Penopang
Baca Juga: BEI Pantau Ketat Saham Emiten Milik Happy Hapsoro (UANG)
Ekspansi Unit 7 Gresik
Di tengah pertumbuhan permintaan proyek, ISSP juga melanjutkan ekspansi kapasitas melalui pembangunan Unit 7 di Gresik, Jawa Timur.
Johanes mengatakan fasilitas warehouse dan lini produksi pipa berdiameter hingga 8 inci di unit tersebut telah beroperasi. Sementara itu, mesin untuk lini produksi pipa berdiameter hingga 20 inci masih dalam proses pengiriman.
Fasilitas baru tersebut akan menambah kemampuan ISSP dalam memproduksi sejumlah produk yang sebelumnya belum dapat dibuat perseroan. Pengembangan ini juga diarahkan untuk memperluas portofolio produk bernilai tambah dan memiliki margin lebih tinggi.
Peluang pertumbuhan ISSP ke depan turut datang dari sejumlah proyek pembangunan nasional dan sektor industri. Perseroan menyebut kebutuhan pipa baja berpotensi berasal dari berbagai proyek, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, program perumahan, peternakan ayam, data center, hingga penguatan ketahanan energi.
Selain itu, peluang juga datang dari pembangunan kawasan industri, sistem irigasi, serta penyediaan air bersih.
Di sektor energi, ISSP telah terlibat dalam penyediaan pipa untuk proyek transmission pipeline DumaiāSei Mangkei (DUSEM), yang menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur transmisi gas nasional.
Beragamnya proyek yang digarap di sejumlah sektor tersebut menjadi ruang bagi ISSP untuk memperluas pasar sekaligus memanfaatkan kapasitas produksi yang telah tersedia.
Dengan ekspansi kapasitas dan diversifikasi produk yang berjalan, perseroan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sembari menjaga keseimbangan antara kinerja keuangan, tanggung jawab sosial, dan aspek lingkungan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: