Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KomuniTech Dorong Peralihan dari 'Pengguna AI' ke 'Karyawan AI' Lewat Gelaran Workshop

        KomuniTech Dorong Peralihan dari 'Pengguna AI' ke 'Karyawan AI' Lewat Gelaran Workshop Kredit Foto: Zabra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Adopsi artificial intelligence (AI) di Indonesia terus berkembang. Namun, sebagian besar pengguna masih memanfaatkannya untuk kebutuhan seperti bertanya, menulis, atau mencari ide.

        KomuniTech menilai penggunaan AI selanjutnya akan bergerak ke tahap yang lebih jauh, yakni ketika AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi mulai menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari melalui teknologi AI Agent.

        KomuniTech menggunakan istilah “Karyawan AI” untuk menggambarkan AI Agent yang diberikan peran, instruksi, akses tools, serta workflow tertentu sehingga dapat menjalankan pekerjaan secara semi-otonom layaknya karyawan digital.

        Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan, mulai dari layanan pelanggan, follow-up, pembuatan konten, riset, administrasi, hingga berbagai alur kerja bisnis.

        Untuk mendorong pemanfaatan AI Agent, KomuniTech telah menyelenggarakan 10 batch workshop AI Agent secara daring. Setiap batch disebut terisi penuh dengan rata-rata lebih dari 80 peserta per sesi.

        Berdasarkan data internal pendaftaran KomuniTech per September 2026, sebanyak 10 batch workshop tersebut telah diikuti lebih dari 800 peserta.

        Berbeda dengan kelas AI yang berfokus pada teori atau teknik prompt, workshop KomuniTech dirancang secara hands-on. Peserta dibimbing memahami cara kerja AI Agent, menentukan pekerjaan yang ingin diotomatisasi, menyusun instruksi dan workflow, menghubungkan AI dengan tools yang dibutuhkan, hingga membangun AI Agent pertama yang dapat digunakan dalam aktivitas nyata.

        Program tersebut dirancang agar dapat diikuti tanpa latar belakang teknis maupun kemampuan coding, termasuk bagi peserta yang baru mempelajari AI automation dan no-code AI.

        “Indonesia tidak kekurangan orang yang sudah pernah mencoba AI. Tantangan berikutnya adalah bagaimana AI benar-benar masuk ke dalam workflow dan membantu pekerjaan sehari-hari,” ujar Founder dan CEO KomuniTech Robbie Jeo.

        “Target kami bukan agar peserta pulang hanya dengan tahu lebih banyak soal AI. Kami ingin mereka pulang membawa sesuatu yang sudah mereka bangun sendiri, satu AI Agent yang benar-benar mulai bekerja untuk mereka,” lanjutnya.

        KomuniTech melihat penggunaan AI mulai memasuki fase baru. Jika tahap awal ditandai dengan semakin banyaknya orang menggunakan chatbot seperti ChatGPT, tahap berikutnya adalah kemampuan memberikan AI tujuan, peran, instruksi, workflow, akses tools, dan konteks kerja.

        Dengan kemampuan tersebut, AI dapat menjalankan serangkaian tugas secara lebih mandiri berdasarkan alur yang telah ditentukan.

        Bagi pelaku usaha, profesional, freelancer, maupun kreator, AI Agent dan workflow automation dinilai dapat membantu menangani pekerjaan repetitif seperti layanan pelanggan, follow-up, riset, administrasi, pengolahan informasi, dan produksi konten.

        Dengan mengalihkan sebagian pekerjaan rutin kepada AI, manusia dapat memiliki lebih banyak waktu untuk pengambilan keputusan, kreativitas, komunikasi, serta pekerjaan strategis.

        KomuniTech menegaskan AI Agent tidak diposisikan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai lapisan produktivitas baru dalam kolaborasi manusia dan AI.

        AI dapat menangani tugas yang terstruktur dan repetitif, sementara manusia tetap memegang keputusan, pengawasan, kreativitas, dan tanggung jawab atas hasil pekerjaan.

        “Ke depan, kemampuan sekadar menggunakan AI tidak lagi cukup. Sama seperti internet dan smartphone dulu, AI akan jadi bagian dari cara kita bekerja. Bedanya, sekarang teknologi ini mulai bisa menjalankan pekerjaan, bukan cuma memberikan informasi,” kata Robbie.

        Workshop AI Agent menjadi bagian dari visi KomuniTech untuk membantu satu juta orang Indonesia menguasai AI Agent.

        Menurut KomuniTech, salah satu hambatan adopsi teknologi baru adalah anggapan bahwa teknologi tersebut terlalu teknis, mahal, atau hanya relevan bagi perusahaan besar.

        Baca Juga: Transaksi Digital Capai 5,5 Miliar, Perbankan Diminta Siap Hadapi Serangan Siber

        Melalui metode pembelajaran yang praktis dan berbasis use case nyata, KomuniTech ingin memperluas pemahaman dan penggunaan AI Agent.

        Setelah menyelesaikan 10 batch awal, KomuniTech berencana memperluas program edukasi, komunitas, kumpulan use case, dan ekosistem pembelajaran seputar AI Agent.

        Program tersebut diarahkan bukan sekadar untuk membuat lebih banyak orang memahami AI, tetapi juga membantu mereka membangun dan bekerja bersama AI mereka sendiri.

        Workshop “2 Jam Bikin AI Agent” digelar secara rutin setiap bulan melalui Zoom dan terbuka bagi masyarakat tanpa syarat kemampuan teknis. Informasi mengenai jadwal dan pendaftaran tersedia melalui kanal resmi KomuniTech.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: